Prevalensi Stunting Terus Menurun dari Tahun ke Tahun

Rabu, 30 Juni 2021 08:44 WITA Reporter : Makassarmetro
Prevalensi Stunting Terus Menurun dari Tahun ke Tahun Wakil Bupati Gowa, Abd. Rauf Malaganni.

MAKASSARMETRO, GOWA – Pemkab Gowa siap menindaklanjuti instruksi Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, untuk menekan angka prevalensi stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024 mendatang.

Wakil Bupati Gowa, Abd. Rauf Malaganni, mengatakan hingga saat ini pemerintah telah aktif melakukan penanganan stunting melalui SKPD terkait yang bekerjasama dengan TP PKK Gowa.

Dengan upaya itu, kondisi stunting di Gowa mulai mengalami penurunan yang signifikan setiap tahunnya. Pada 2018 prevalensi stunting berada di angka 40,50 persen, kemudian di 2019 menurun di 36,90 persen, selanjutnya pada 2020 berada di angka 6,26 persen.

“Ini dicapai karena kerja sama yang baik dengan semua stakeholder dengan melakukan berbagai upaya dan inovasi di lapangan,” jelasnya usai mengikuti puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 di Peace Room A’Kio, Selasa (29/6).

Di tempat yang sama, Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa Sofyan Daud mengatakan, sesuai dengan tupoksi PPKB dalam penanganan stunting, pihaknya aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi khususnya mengenai 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Di lapangan kami memiliki kader sub ppkbd yang aktif memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dengan melakukan kunjungan rumah atau lewat posyandu untuk memberikan pengetahuan asupan gizi yang cukup agar tidak mengalami stunting,” katanya.

Selain itu, tugas PPKB juga melalui Bina Keluarga Balita dimana program ini diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki balita untuk diberikan pengetahuan bagaimana melakukan rangsangan tehadap anak, karena 90 persen otak balita akan berkembang pada usia 0-2 tahun sehingga rangsangan sangat dibutuhkan diusia tersebut.

Tak hanya itu, langkah yang dilakukan PPKB juga menyarankan para ibu yang baru melahirkan untuk memasang KB agar mempunyai waktu yang cukup dalam mengasuh anak dengan baik agar gizi tercukupi dan tidak mengalami stunting.

“Tugas kami adalah aktif melakukan sosialisasi di lapangan dan mengajak seluruh keluarga di Gowa khususnya yang ibu hamil, dan memiliki balita untuk terus menjaga keluarga untuk keluarga berkualitas, sehat dengan memperhatikan asupan gizi makanan yang sehat. Apalagi berbagai jenis makanan sehat sudah tersedia di Gowa dan itu bisa diperbaiki dengan adanya pengetahuan,” ucapnya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Pemkab Gowa
  2. Stunting
Berikan Komentar
Komentar Pembaca