Pemkot Makassar Tiadakan Salat Iduladha di Masjid dan Lapangan

Senin, 19 Juli 2021 10:47 WITA Reporter : Makassarmetro
Pemkot Makassar Tiadakan Salat Iduladha di Masjid dan Lapangan

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, menegaskan dalam rangka Lebaran Iduladha 1442 H yang jatuh pada Selasa (20/7/2021), pelaksanaan salat Iduladha, baik di masjid maupun di lapangan sesuai Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021, diputuskan ditiadakan.

Penegasan ini diutarakan Danny di hadapan ormas Islam yang hadir dalam rapat membahas pelaksanaan salat Iduladha merujuk surat edaran Menteri Agama RI.

“Tadi kami bersama Forkopimda membahas bahwa saat ini varian Delta sudah ditemukan di Makassar. Sudah ada 12 orang terindikasi terkena varian ini, dalam 5 menit bisa langsung menyebar dengan cepat,” kata Danny, Minggu (18/7/2021).

Untuk mengantisipasi adanya ledakan penyebaran lebih besar, Danny meminta untuk mengikuti surat edaran yang dikeluarkan Menteri Agama RI Nomor 16 tahun 2021 bahwa daerah kabupaten/kota yang masuk zona oranye dan merah walaupun tidak termasuk dalam daerah PPKM darurat diputuskan salat Iduladha ditiadakan.

“Saat ini kita sudah masuk zona merah, untuk itu kita mengikuti Surat Edaran Nomor 16 Kemenag. Saya pertimbangkan jangan sampai ada ledakan kita yang disalahkan, makanya saya tidak mau tanda tangani surat edaran kalau tidak ada pertimbangan dan kesepakatan dari ormas Islam,” jelas Danny.

Kepala Kanwil Kemenag Makassar, Arsyad AT, mengatakan, pada prinsipnya pihaknya bersama ormas lainnya saling mendukung bahwa dalam PPKM zonasinya masuk dalam zona oranye dan merah menentukan salat ditiadakan.

“Dengan demikian apapun yang menjadi pembahasan terkait Surat Edaran Nomor 16 dari Menag menjadi yang terbaik demi kemaslahatan kita bersama,” ujarnya.

Ketua DPP IMMIM, Ahmad M Sewang, pada dasarnya mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah demi kemaslahatan seluruh umat.

“IMMIM selalu mengikuti pemerintah, insyaallah kita menindaklanjuti. Jika surat edaran keluar harus tegas, namun ada dasarnya dan mensosialisasikan ini dengan dasar dasar agama,” terangnya.

Pertemuan ini dihadiri ormas Islam se-Makassar di antaranya Ketua MUI, IMMIM, Kakanwil Kemenag Makassar, PCNU, Baznas, DMI, dan Wahdah Islamiyah. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Pemkot Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca