Serahkan Bantuan 10.500 Paket Sembako CSR, Plt Gubernur Sulsel Minta Kepala Daerah Pastikan Tepat Sasaran

Selasa, 24 Agustus 2021 11:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Serahkan Bantuan 10.500 Paket Sembako CSR, Plt Gubernur Sulsel Minta Kepala Daerah Pastikan Tepat Sasaran

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meminta para bupati dan wali kota se-Sulsel untuk memastikan penyaluran bantuan paket sembako tepat sasaran. Apalagi bantuan ini kepada masyarakat yang bukan penerima bantuan pemerintah.

Hal ini disampaikan Sudirman saat menyerahkan 10.500 bantuan paket sembako CSR BUMD/BUMN kepada 24 kabupaten/kota di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (23/8/2021).

Sudirman mengatakan, pengawasan terhadap penyaluran bantuan perlu diperhatikan karena bantuan sosial kerap menjadi masalah. Dengan begitu, penyaluran bantuan bisa lebih terstruktur dan terjadwal.

“Kita harus saling menjaga, harus ada koordinasi dengan baik. bansos kadang jadi masalah, maka dari itu saya mohon kepada kalian, tetap terstruktur dan terjadwal pelaksanaan penyaluran bantuannya,” ungkapnya.

Sudirman juga menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bantuan dari para CSR Pelaku Usaha, BUMD dan BUMN yang difasilitasi melalui tim fasilitator forum CSR yang telah dibentuk.

“Di antara perusahaan ada koordinasi paketnya apa, bagaimana modelnya, bagaimana pertanggungjawabannya, ada yang komandoi dan sasaran bisa terbagi adil dan tepat sasaran,” tuturnya.

Lebih jauh Sudirman mengucapkan terima kasih atas bantuan paket sembako dari 17 BUMN dan BUMD, nantinya paket sembako ini akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan secara merata dan tepat sasaran.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, atas kepeduliaan dan kontribusi dari 17 BUMN dan BUMD dalam memberikan 10.500 Paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Nantinya paket sembako ini akan didistribukan ke 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sudirman menyatakan, Pemprov Sulsel hanya memiliki kapasitas sebagai fasilitator, sehingga perlu akselerasi dari berbagai pihak di tingkat kabupaten kota untuk penyaluran bantuan tersebut.

“Bantuan ini, akan diberikan secara bertahap, sepanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulsel masih berlanjut. Mengingat, pandemi masih terjadi dan tidak diketahui sampai kapan pandemi ini berakhir,”tutupnya.

Diketahui, 17 perusahaan yang memberikan bantuan melalui CSRnya, yakni Bank Sulselbar, Bank Indonesia, BNI, BRI, Mandiri, PLN, Semen Tonasa, PT KIMA, Pelindo IV, Telkom Indonesia, Bulog, Pertamina, Wika Beton, HIPMI, PT Wijaya Karya, Angkasa Pura, dan PT Pos Indonesia. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Pemprov Sulsel
Berikan Komentar
Komentar Pembaca