Penyaluran CSR, Hasanuddin Leo Harap Perusahaan Lebih Peka

Senin, 27 September 2021 19:23 WITA Reporter : Makassarmetro
Penyaluran CSR, Hasanuddin Leo Harap Perusahaan Lebih Peka

MAKASSARMETRO – Jumlah perusahaan di Kota Makassar tak sedikit. Mereka bahkan telah beraktivitas puluhan tahun. Diharapkan, perusahaan bisa memaksimal dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) di Hotel Traveler Phinisi Makassar, Senin (27/9/2021).

Leo, sapaan akrab Hasanuddin Leo, mengatakan, perusahaan yang ada di Kota Makassar telah mengeluarkan dana CSR yang dimiliki. Hanya saja, ia nilai hal itu belum maksimal disalurkan untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Kita harap peran perusahaan terhadap lingkungan sekitar bisa dipacu lagi. Memaksimalkan CSR-nya untuk kegiatan sosial masyarakat,” jelasnya.

Sosialisasi ini, kata Politisi PAN, harus dimasifkan hingga ke lorong-lorong. Pasalnya, tak sedikit warga yang mengetahui adanya perda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan ini.

“Kita ingin warga tahu juga apa yang menjadi kewajiban perusahaan di wilayahnya. Makanya, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat tahu terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Leo menyebut, kepekaan sosial dari perusahaan inti dari CSR. Sudah seharusnya dana tersebut disalurkan untuk masyarakat misalnya saja dalam bentuk bantuan sosial lantaran era pandemi.

“Memang mereka terdampak, tapi jauh sebelumnya mereka telah beraktivitas dan meraup keuntungan. Nah, sebagian dari itu bisa diberikan,” paparnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Juliaman mengatakan, tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sosial sudah menjadi kewajiban. Hanya saja, saat ini banyak perusahaan gulung tikar lantaran terdampak pandemi.

“Kalau jenis perusahaan itu ada swasta, BUMN atau BUMD yang merupakan perusahaan milik negara. Mereka semua ini memiliki CSR yang harus dikeluarkan untuk kepentingan sosial,” ujarnya.

Khusus di Kecamatan Mariso, Juliaman mengungkapkan, beberapa perusahaan yang beraktivitas. Misalnya saja, Adhi Karya yang merupakan BUMN, Hotel Gammara, Hotel Rinra, dan Universitas Ciputra.

“Alhamdulillah, perusahaan yang ada di Mariso sering melakukan kegiatan sosial melalui CSR yang dimiliki. Misalnya, Universitas Ciputra, mereka memberikan pelatihan untuk warga nelayan hingga menjual produk hasil nelayan,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat melaporkan atau mengusulkan kebutuhan terkait kepentingan orang banyak. Usulan tersebut, melalui pemerintah bisa disampaikan ke perusahaan.

“Bisa disampaikan ke pemerintah melalui dewan TSLP. Ini yang akan kita sampaikan kebutuhan agar dibantu dengan CSR yang ada di perusahaan,” jelasnya. 

Berikan Komentar
Komentar Pembaca