Simulasi PTM, Indira Yusuf Ismail Tinjau SMP Athirah Bukit Baruga Antang

Senin, 04 Oktober 2021 15:45 WITA Reporter : Makassarmetro
Simulasi PTM, Indira Yusuf Ismail Tinjau SMP Athirah Bukit Baruga Antang

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, meninjau pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jenjang pendidikan SMP di Makassar di SMP Athirah Bukit Baruga Antang, Senin (4/10/2021).

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan terlihat kesiapan dari SMP Athirah dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Indira Yusuf.

Kesiapan telah dilakukan oleh sekolah sejak beberapa bulan lalu. Semangat pun terlihat dari guru serta siswa memyambut pelaksanaan simulasi PTM.

“Kita berharap tidak ada kendala dalam pelaksanaan sehingga dapat terus berlanjut dan diikuti oleh sekolah lainnya yang ada di Kota Makassar,” lanjutnya.

Meski demikian, Indira Yusuf tetap mengingatkan untuk meperketat protokol kesehatan. Kondisi Makassar yang saat ini telah berada dalam zona kuning, PPKM level 2, jangan sampai membuat lengah dan gegabah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik, mendampingi Ketua TP PKK Kota Makassar menyampaikan bahwa dalam simulasi kali ini, diterapkan di dua sekolah setiap kecamatan, yakni swasta dan negeri, selama tiga jam pelajaran.

“Seminggu dua kali di setiap angkatan, masing-masing tiga jam pelajaran, dan akan dievaluasi dua minggu ke depan. Jika tidak ditemui kendala, bisa saja semua sekolah negeri dan swasta dapat menerapkan PTM terbatas,” ujarnya.

Namun, di dalam perjalanannya, akan dilakukan pengawasan, sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan proses pembelajaran harus tetap berjalan melalui pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka.

Dalam proses simulasi ini, masih dilakukan dengan dua metode, yakni pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan PTM.

Demikian pula bagi orang tua yang belum mengizinkan untuk PTM, maka guru diwajibkan tetap menjalankan tugas memberikan pelajaran melalui PJJ.

Siswa yang mengikuti proses PTM telah divaksinasi, kecuali bagi mereka yang umurnya belum 12 Tahun. “Tadi ada tujuh siswa yang belum divaksin karena memang umurnya belum cukup 12 tahun,” ujarnya.

Salah satu siswa, Almira, mengaku sangat senang dapat mengikuti PTM
dan berkumpul dengan teman-teman seangkatannya. “Senang sekali karena sejak awal sekolah belum pernah bertemu dengan teman-teman sekelas. Ketemunya hanya melalui online,” ujarnya seraya tersenyum. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca