Majelis Komunikasi UMI Spesial Ramadan, Hadirkan Dekan FISIP Universitas Tadulako

Kamis, 07 April 2022 08:03 WITA Reporter : Makassarmetro
Majelis Komunikasi UMI Spesial Ramadan, Hadirkan Dekan FISIP Universitas Tadulako Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar majelis komunikasi spesial Ramadan secara virtual, Rabu (6/4/2022).

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar majelis komunikasi spesial Ramadan secara virtual, Rabu (6/4/2022).

Majelis komunikasi kali ini menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Muhammad Khairil sebagai pembicara serta dipandu dosen Ilmu Komunikasi UMI, Izki Fikriani Amir.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) UMI ini mengusung tema Puasa dan Etika Komunikasi. Peserta yang hadir sekitar 500 orang.

Dekan Fakultas Sastra UMI, Rusdiah, mengapresiasi kegiatan majelis komunikasi tahun ini. Apalagi pembicara yang dihadirkan adalah Muhammad Khairil. “Ini adalah suatu kebanggaan bagi kami karena diberikan materi langsung dari Prof Muhammad Khairil. Untuk itu mari kita simak sama-sama materi yang disampaikan karena tentunya ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Rusdiah.

Rusdiah menyebut majelis komunikasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan para dosen. Apalagi digelar saat bulan suci Ramadan. Ia pun berharap kegiatan ini tetap berlanjut. “Saya berharap ini berkelanjutan dan jangan setop terlalu lama,” ucapnya.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMI, Andi Mutaqin, juga menyampaikan terima kepada Muhammad Khairil karena sudah bersedia berbagi ilmu dengan para mahasiswa.

“Tentu dari tema yang diusung ‘Puasa dan Etika Komunikasi’ ini kita dapat mengambil esensi bahwa dalam proses komunikasi kita harus tahun tentang rambu-rambu dan etika komunikasi,” ungkap Mutaqin

Sementara itu, Muhammad Khairil mengawali materinya dengan membahas kesombongan iblis yang tak mau menyembah Nabi Adam as.

“Kisah ini menjadi contoh bahwa mau sampai kapan, di atas langit ada langit, di atas orang pintar, ada orang pintar. Semua itu hanya sementara. Makanya kita manusia jangan menjadi pribadi sombong,” kata Khairil.

Khairil menjelaskan, pada prinsipnya, etika komunikasi yang digunakan dapat menunjukkan jati diri seseorang. Untuk itu, penting untuk memperhatikan etika ketika membangun komunikasi dengan orang lain.

“Kita bisa mudah mengukur karakter seseorang lewat etika. Bahkan, kita bisa tahu tingkat pendidikannya dari awal dia berkomunikasi. Makanya, sangat mendasar untuk kita memahami etika komunikasi ini,” bebernya.

Majelis komunikasi ini juga dihadiri Wakil Dekan Fakultas Sastra UMI, para dosen Fakultas Sastra UMI, para mahasiswa, dan sejumlah dosen Universitas Tadulako. (*)

Topik berita Terkait:
  1. UMI Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca