Wali Kota Makassar Teken Kerja Sama Bidang Kekayaan Intelektual dengan Kemenkumham Sulsel

Rabu, 01 Juni 2022 07:37 WITA Reporter : Makassarmetro
Wali Kota Makassar Teken Kerja Sama Bidang Kekayaan Intelektual dengan Kemenkumham Sulsel Penandatanganan berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (31/5/2022).

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, meneken kesepakatan kerja sama bidang kekayaan intelektual dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kemenkumham Sulsel) di Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (31/5/2022).

Kerja sama ini terkait mobile intellectual property clinic karya intelektual yang dimaksudkan untuk melindungi berbagai inovasi serta hak cipta maupun karya anak bangsa agar memiliki kejelasan serta kepastian hukum.

Danny mengatakan Indonesia sangatlah kaya dan memiliki banyak sumber kekayaan intelektual.

“Ini adalah sebuah peluang kepada kita agar kekayaan intelektual kita bisa lebih kuat secara hukum di dunia internasional,” ucap Danny.

Menurutnya, kekayaan intelektual Indonesia sangat luar biasa. Ia mencontohkan salah satunya adalah teknik membakar ikan.

“Saya mengamati itu ikan bakar Makassar semakin panas semakin lezat. Ini kekayaan barbeku dengan teknik memasak ikan. Sama dengan coto, menariknya sup satu dengan pilihan yang banyak, ini gastronomi yang perlu didaftarkan,” ujar Danny.

Pada kesempatan ini, Danny juga menjelaskan bahwa untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membangun government center dengan anggaran Rp200 miliar yang memiliki desain ikonik dan modern.

“Di dalamnya ada pelayanan publik lengkap. Ada ruang khusus pendaftaran sistim online. Kami juga sudah menyusun Makaverse (Makassar Metaverse) dengan pelayanan avatar. Kalau sudah desain, kami akan daftar sebagai kekayaan intelektual,” jelas Danny.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Transformasi Digital, Fajar BS Lase mengatakan bahwa Makassar sebagai pintu gerbang dikawasan Indonesia timur memiliki banyak potensi UMKM.

“Banyaknya UMKM tentunya harus memiliki kepastian hukum. Tidak hanya badan hukumnya saja, tetapi juga intelektual propertinya supaya bisa mendapatkan kepastian hukum dan kepastian hukum itu bisa mendapatkan modal usaha,” ucapnya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Pemkot Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca