Menuju Pemeringkatan Kampus Internasional, UMI Gandeng Salah Satu Kampus Terbaik di Dunia

25 Agu 2022 23:22
Author: agung
Rektor UMI, Prof Basri Modding menandatangani MoU dengan Naib Canselor Universitas Malaya, Prof. Dato Ir Mohd Hamdi Abd Shukor disaksikan oleh Rosnaningsih Aras, Bendahara Yayasan Wakaf UMI di Canseleri Universiti Malaysia, Selasa (23/08/2022)/Ist

MAKASSARMETRO, KUALA LUMPUR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus berbenah dalam penguatan daya saing. Itu untuk menuju pemeringkatan kampus internasional.

Salah satu langkah akselerasi dengan kerjasama international. Rektor UMI, Prof Basri Modding menandatangani MoU dengan Naib Canselor Universitas Malaya, Prof. Dato Ir Mohd Hamdi Abd Shukor disaksikan oleh Rosnaningsih Aras, Bendahara Yayasan Wakaf UMI di Canseleri Universiti Malaysia, Selasa (23/08/2022).

Naib Canselor Universitas Malaya, Prof. Dato Ir Mohd Hamdi Abd Shukor   dalam sambutan penerimaan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Rektor UMI bersama rombongan di kampus UM.“Saya gembira dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Rektor UMI bersama delegasi di Universitas Malaya.

Rumpun yang sama, agama dan budaya yang sama, akan memudahkan kita mencari kesamaan dan banyak hal bisa dilakukan secara bersama. Karena itu, penandatanganan  hari ini  dapat ditindaklanjuti dengan  berbagai program, seperti riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa dan program lainnya, ujarnya

“Moga dengan jalinan kerjasama ini dapat mengeratkan silaturrahim sekaligus menjadi landasan ilmu dalam menawarkan program yang bersesuaian mengikut kehendak pasaran tanpa mengabaikan ilmu-ilmu turath Islam seantara Asia, ujar Prof Hamdi

Dalam kesempatan tersebut Prof Hamdi juga memperkenalkan sejarah berdirinya Universitas Malaya sebagai kampus pertama dan tertua di Malaysia yang telah berusia 117 tahun dan menduduki rangking 70  universitas terbaik di dunia.

“Sejarah berdirinya UM bermula dari Singapura. Tahun1949, penggabungan Kolej Perubatan King Edward VII dan Kolej Raffles mewujudkan university.   Pertumbuhan pesat, tahun 1959, membolehkan universiti menjadi   dua bahagian autonomi, satu di Singapura dan satu  di Kuala Lumpur. Tahun 1960, oleh kerajaan Malaysia, kedua  bahagian ini harus menjadi universiti kebangsaan. Sehingga terbagi  satu  di Singapura,  dengan nama Universiti Kebangsaan Singapura  dan satu di Malaysia dengan  Universiti Malaya, ujar Prof Hamdi.

Lanjut dikatakan, UM memiliki 17 fakultas dengan berbagai bidang ilmu,  memiliki  2,300 dosen dan mahasiswa 29.000. UM telah melahirkan ribuan tokoh ulama dan cendekiawan Islam di Malaysia

Sementara itu, Rektor UMI, Prof.Dr. H Basri Modding, mengatakan  terima kasih atas penerimaan yang luar biasa oleh Rektor UM dan jajaran Pimpinan UM. “Kehadiran kami lebih menguatkan silaturrahmi yang telah terjalin dengan penandatangan MoU hari ini, tentu berharap dengan  kolaborasi ini kami juga ingin belajar di UM sebagai universitas terbaik di dunia dengan rangking 70 dan terbaik pertama di Malaysia, ujarnya

Lanjut dikatakan,  kerjasama dengan Universitas Malaya  merupakan bentuk komiten   dan ikhtiar UMI menuju pemeringkatan kampus internasional. Salah satu diantaranya  dengan melakukan  kolaborasi dengan kampus peringkat tertinggi dan  Universitas Malaya merupakan  kampus menduduki rangking70 dunia dan  terbaik pertama di Malaysia, meskipun kerjasama telah terjalin sebelumnya,  seperti visit dosen UM ke UMI dan seminar Bersama.

Pada kesempatan tersebut, Prof Basri juga memperkenalkan UMI sebagai Lembaga Pendidikan dan dakwah yang telah berusia 68 tahun dan status akreditasi menduduki peringkat 27 dengan  dari kurang lebih 4000 perguruan tinggi di Indonesia. UMI mengelola 59 program studi dengan 13 fakultas  dan program pascasarjana. UMI posisi 10 kampus terakreditasi Unggul seluruh Indonesia oleh BAN PT. Kami berikhtiar untuk mengantar UMI  pada pemeringkatan,  universitas dengan skala dunia,” tegas Prof. Basri

Nampak hadir dari UM, Profesor Dr. Mohd Roslan Bin Mohd Nor (Ketua Jabatan Sejarah Dan Tamadun Islam), Prof. Madya Dr Faisal @ Ahmad Faisal Bin Abdul Hamid (Jabatan Sejarah Dan Tamadun Islam), Profesor Dr. Nursheena Binti Mohd Zain (Pengarah, International Relations Office), En. Mohd Fakhrulrazi Bin Ibrahim (Pengurus (Pentadbiran), Puan Nur Liyana Binti Abdul Manaff (Penolong Pendaftar Penyelidikan), Puan Salifah Hasanah Ahmad Bedawi (Partnership Manager Africa, Middle East & Southest Asia)

Sementara dari UMI, Wakil Rektor II Prof. Salim Basalamah,SE.,MS, Wakil Rektor V, Prof. Dr. Ir. Muhammad Hattah Fattah, Kepala LPkM, Prof. Dr. Achmad Gani,SE.,MSi dan Kepala Humas, Dr. Nurjannah Abna. (*)

Berita Terkini