MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar terus memperluas digitalisasi layanan pajak sebagai upaya mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Saat ini, Bapenda telah mendigitalisasi empat jenis pajak, yakni Pajak Air Tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Reklame, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Meski demikian, masih ada masyarakat yang memilih membayar secara konvensional melalui teller atau agen bank.

Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah, mengatakan bahwa digitalisasi akan diperluas ke seluruh jenis pajak, termasuk pajak parkir, hiburan, hotel, restoran, hingga pajak penerangan jalan.
“Kami berusaha menciptakan aplikasi yang bagus untuk pembayaran semua jenis pajak. Tantangannya adalah integrasi dengan tim IT pihak bank,” ujarnya saat ditemui di Hotel Novotel Grand Shayla, Jalan Chairil Anwar, Senin (17/11/2025).
Penggunaan Aplikasi Pakinta Naik 400 Persen
Bapenda Makassar memiliki aplikasi Pakinta (Pajak Terintegrasi dan Terdigitalisasi)sebagai kanal informasi dan pembayaran pajak secara digital. Menurut Asminullah, penggunaan aplikasi ini meningkat pesat setiap tahun.
“Terakhir itu meningkat sekitar 400 persen penggunaan aplikasi online untuk membayar pajak,” jelasnya.
Meski begitu, layanan pada Pakinta masih perlu diperluas agar mencakup seluruh jenis pajak. Ke depan, Bapenda juga berencana mengintegrasikan Pakinta dengan platform induk Pemkot Makassar, Lontara Plus.
“Semua aplikasi akan bersatu di Lontara Plus. Kami menunggu teman-teman Kominfo untuk menghubungkan Pakinta dengan Lontara Plus,” ujarnya.
“Nantinya pembayaran tetap bisa lewat Pakinta, tetapi fitur pengembangan pajak dibuka juga melalui Lontara Plus.”
Selain memperluas digitalisasi pajak, Bapenda Makassar juga sedang menyiapkan opsi transaksi menggunakan Kartu Kredit Indonesia (KKI).
“Ini masih baru bagi kita. Kami akan konsultasikan ke Bank Sulselbar apakah KKI sudah tersedia di Makassar,” ucap Asminullah.
Realisasi PAD Capai 80 Persen
Terkait realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Asminullah menyebut progres sudah mencapai 80 persen. Target PAD Kota Makassar tahun ini berada di angka Rp 2,1 triliun.
“Alhamdulillah pendapatan sudah 80 persen. Kita berharap terus meningkat sampai akhir tahun,” katanya.
Beberapa jenis pajak juga mencatat peningkatan signifikan. Pajak hiburan tercatat telah mencapai 100 persen, sementara PBB hampir menyentuh angka 100 persen. (*)
Satu Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulu Saraung Ditemukan Meninggal
Minggu, 18 Januari 2026 20:00
Emosional, Film Penerbangan Terakhir Disambut Positif di Makassar
Jumat, 16 Januari 2026 22:17
Komisi B DPRD Optimis Target PAD Makassar Rp2,4 Triliun Tercapai
Rabu, 14 Januari 2026 21:01
Wali Kota Makassar Geram, Pegawai Kedapatan Santai dan Merokok Saat Jam Kerja
Selasa, 13 Januari 2026 21:27
Family Gathering Dishub, Wali Kota Makassar Serukan Pelayanan Publik dan Penataan Lalu Lintas
Sabtu, 10 Januari 2026 16:55
Kopi, Area Bermain Anak, hingga Loket Disabilitas Jadi Wajah Baru Dukcapil Makassar
Rabu, 07 Januari 2026 10:35
Dulu Menyeberang ke Daratan, Kini Dukcapil Hadir di Pulau-Pulau Makassar Layani Warga
Selasa, 06 Januari 2026 17:11
Tender Dibuka, Stadion Untia Resmi Masuk Tahap Konstruksi Tahun Ini
Senin, 05 Januari 2026 13:19