Gerak Cepat Ketua BMI Makassar Bantu Korban Kebakaran di Asrama Mattoanging
MAKASSARMETRO, MAKASSAR — Ketika api memaksa 29 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, yang dibutuhkan warga bukan sekadar rasa prihatin, tetapi kehadiran nyata.
Di tengah duka itu, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Makassar sekaligus Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris, menjadi legislator pertama yang datang langsung menemui korban kebakaran di Asrama Mattoanging, Kecamatan Mariso pada Selasa (1/9/26).
Kebakaran tersebut mengakibatkan 19 rumah terdampak, terdiri atas 17 rumah rusak berat dan 2 rumah rusak ringan. Sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) atau 93 jiwa kini harus menghadapi situasi darurat setelah tempat tinggal mereka terdampak kobaran api.
Andi Tenri Uji tidak datang hanya untuk melihat dari kejauhan. Ia turun ke lokasi pengungsian, menemui warga, mendengarkan kebutuhan mereka dan menyerahkan bantuan logistik berupa air mineral, mi instan, biskuit serta makanan ringan.
Bagi warga, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun dalam kondisi ketika kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan, kehadiran dan bantuan cepat memiliki arti besar.
Kepala Asrama Mattoanging, Yunus, mengapresiasi langkah cepat Andi Tenri Uji yang datang langsung melihat kondisi korban.
Menurut Yunus, kehadiran tersebut menunjukkan kepedulian yang tidak berhenti pada mendengar laporan, tetapi melihat langsung kondisi warga yang terdampak.
“Bantuan ini sangat berdampak bagi warga. Kami melihat beliau tidak hanya mendengar, tetapi datang dan melihat langsung kondisi kami di sini,” ujar Yunus.
Yunus juga berharap kepedulian serupa datang dari berbagai pihak. Menurutnya, para korban masih membutuhkan dukungan selama menjalani masa pemulihan.
“Kami berharap yang lain juga terbuka mata dan hatinya untuk datang membantu warga di sini. Kondisi warga masih membutuhkan banyak bantuan,” katanya.
Penyebab Kebakaran Masih Dicek
Terkait penyebab kebakaran, Yunus menegaskan bahwa informasi yang menyebut api berasal dari tiang listrik tidak tepat.
“Bukan dari tiang listrik. Api berasal dari rumah, tetapi penyebab pastinya masih dalam pengecekan,” jelasnya.
Karena itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Sementara itu, Andi Tenri Uji menegaskan bahwa penanganan korban tidak boleh berhenti pada bantuan awal. Menurutnya, warga yang terdampak membutuhkan pendampingan hingga proses pemulihan berjalan.
“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan mendesak warga terpenuhi. Musibah ini adalah duka kita bersama. Jangan sampai warga merasa menghadapi semuanya sendiri,” ujar Andi Tenri Uji.
Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan itu juga mendorong koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan instansi terkait, khususnya untuk pendataan korban, bantuan lanjutan, kebutuhan dasar pengungsi serta dokumen kependudukan yang mungkin rusak atau hilang akibat kebakaran.
Bagi Andi Tenri Uji, keberpihakan kepada masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata. Politik tidak boleh hanya hadir ketika ada agenda formal, tetapi harus mampu hadir ketika rakyat sedang berada dalam situasi paling sulit.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai perjuangan PDI Perjuangan yang menempatkan rakyat, gotong royong dan kepedulian sosial sebagai bagian penting dalam kerja politik.
Di Asrama Mattoanging, api mungkin telah padam. Namun bagi 29 KK dan 93 jiwa yang terdampak, perjuangan belum selesai.
Rumah bisa dibangun kembali. Harta bisa dicari kembali. Tetapi pada saat warga sedang kehilangan, satu hal yang paling mereka butuhkan adalah kepastian bahwa mereka tidak ditinggalkan.