Danny Apresiasi Pemusnahan Narkoba oleh Polda Sulsel

Jumat, 13 Januari 2017 17:31 WITA Reporter :
Danny Apresiasi Pemusnahan Narkoba oleh Polda Sulsel

MAKASSARMETRO– Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengapresiasi pemusnahan narkoba oleh Polda Sulsel yang disampaikannya saat menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkoba Ditresnarkoba Polda Sulsel dan jajaran di halaman Mapolda Sulsel, Jumat, 13 Januari 2017.

Pemusnahan narkoba juga disaksikan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, dan Kajati Sulsel Hidayat. Narkoba yang dimusnahkan dari jenis shabu seberat 15.3 kg, dan ekstasi sebanyak 1.966 butir hasil operasi selama dua bulan, November dan Desember 2016.

“Ancaman narkoba telah menyentuh hingga ke anak – anak kita. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena dapat merusak moral generasi bangsa. Narkoba harus diperangi dan menjadi musuh bersama,” kata Wali Kota Danny.

Operasi yang dilakukan oleh Polda Sulsel harap Danny tidak hanya berdampak pada berkurangnya jumlah narkoba yang beredar di masyarakat juga dapat memutus mata rantai peredaran narkoba bukan hanya di Sulsel juga di Indonesia.

“Narkoba telah menjadi ancaman dan harus diberantas hingga ke akar – akarnya,” tegas Kapolda Sulsel irjen Pol Muktiono.

Perang terhadap narkoba telah berlangsung lama namun belum mampu memberantasnya hingga ke akar – akarnya. Upaya melindungi anak – anak dari ancaman narkoba terus diupayakan dengan melakukan penyadaran dan edukasi akan bahaya narkoba.

Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Menanamkan nilai – nilai agama dan moral dapat menjadi benteng pelindung dari bahaya narkoba.

Pemerintah kota lanjut Danny telah menggulirkan program pengajian rutin di tiap kelurahan yang dapat berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan akan bahaya narkoba dan pencegahannya melalui ceramah atau dakwah.

——————+++++—————-
Danny Rintis Kerajinan Kulit Berbasis Lorong

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto merintis kerajian kulit berbasis lorong yang diungkapkannya saat mengunjungi UPTD Kulit di Tamangapa, Jumat, 13 Januari 2017.

Danny didampingi Ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail saat mengunjungi UPTD Kulit. Di sana, Wali Kota Danny dan Indira menyaksikan proses pemipihan kulit sapi menggunakan mesin.

“Potensi kerajinan kulit bisa dikembangkan di Makassar karena kita memiliki bahan baku yang cukup untuk diolah,” kata Danny.

Sejak 2015 lalu, UPTD Kulit telah beroperasi dan menghasilkan kulit sapi yang siap diolah menjadi kerajinan berbahan dasar kulit seperti tas, dompet, ikat pinggang, sepatu, jok mobil, dan furniture.

Proses pengolahan selembar kulit sapi membutuhkan waktu selama dua minggu yang diawali dengan proses pembersihan, pemipihan, penjemuran, pewarnaan hingga pengepakan. Keseluruhan pengerjaannya dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang terlatih.

Bahan baku yang diolah UPTD Kulit bersumber dari kulit Sapi yang disembelih di RPH (Rumah Potong Hewan) milik Pemerintah kota Makassar.

Selama dua minggu, UPTD Kulit Makassar mampu menghasilkan 1 Ton kulit Sapi siap olah yang setara dengan 70 lembar kulit. Sekali berproduksi, bahan yang diolah minimal 500 kg.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan menjadi leading sector pengembangan kerajinan kulit di Makassar dengan memberdayakan UKM di lorong – lorong yang selama ini menjadi binaannya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca