MAKASSARMETRO– Dua tahun lalu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menggagas program BULo (Badan Usaha Lorong) yang menjadikan cabai sebagai komoditi unggulannya.

Jauh sebelum harga cabai ‘sepedas’ rasanya, wali kota berlatar akademisi itu, telah menemukan solusi meretas melambungnya harga cabai yang disebabkan berbagai faktor.

Cuaca buruk, kelangkaan produksi cabai, turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat ditengarai sebagai pemicu harga cabai kian melangit.
Dikutip dari kompas.com (5 Januari 2017) harga cabai di Kalimantan mencapai Rp 150.000 per kilogram (kg), di Jawa Barat yang merupakan sentra cabai, harganya sudah di atas Rp 100.000 per kg. Sementara di DKI Jakarta masih di kisaran Rp 100.000 sampai Rp 110.000 per kg.
Butuh setahun bagi Wali Kota Danny menata program BULo sebelum meluncurkannya pada Senin, 19 Desember 2016 lalu di kelurahan Bonto Makkio, kecamatan Rappocini, Makassar.
“Membangun sistem dari hulu ke hilir. Mulai dari pembibitan, penyemaian, penanaman, panen hingga pemasarannya bahkan perputaran modal di masyarakat,” terang Wali Kota Danny.
Sejak digagas dua tahun lalu, BULo menyasar warga Makassar yang bermukim di lorong – lorong. BULo kelanjutan dari program Longgar (Lorong Garden).
Jumlah lorong di Makassar mencapai 7.526 lorong yang tersebar di 15 kecamatan, dan 153 kelurahan. 80% diantaranya telah bersolek diri lebih hijau, bersih, dan tertata seiring suksesnya program Longgar. Masyarakat yang bermukim di Longgar inilah yang nantinya menjadi penggiat BULo di lorong – lorong.
Mereka akan menanam cabai BULo di lorong – lorongnya. Tak kurang dari 500 lorong menjadi target BULo. Langkah menuju pencapaiannya ditandai dengan penanaman 10.600 bibit cabai BULo oleh 10.600 orang yang dipimpin oleh Wali Kota Danny di Perumahan Griya Prima Tonasa, kecamatan Biringkanayya, Minggu, 29 Januari 2017.
Mendampingi Wali Kota Danny, ada Wakil Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal, Sekertaris kota Makassar Ibrahim Saleh, Ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail bersama wakilnya Melia Fersini, dan Ketua DWP Makassar Andi Marlina Ibrahim Saleh.
Penanaman bibit cabai BULo juga diikuti camat dan lurah se – kota Makassar dan pimpinan SKPD lingkup Pemerintah kota (Pemkot) Makassar, Perusahaan daerah, ormas, dan komunitas masyarakat.
Hasil penjualan cabai BULo akan dibeli oleh Pemkot Makassar, hasilnya akan dikembalikan ke masyarakat dengan pembagian 30% untuk deposito pendidikan anak lorong agar anak – anak lorong dapat bersekolah hingga bangku perguruan tinggai.
30% lainnya digunakan untuk mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah) di lorong – lorong, dan selebihnya 40% dinikmati oleh penggiat BULo.
Memasuki bulan kedua sejak diluncurkan, dukungan terhadap BULo terus mengalir, dua diantaranya dari Menteri Pertanian RI Amran Sulaeman yang akan membantu 150.000 bibit cabai, dan Kantor BI Perwakilan Sulawesi Selatan yang akan mendukung Pemkot Makassar di sisi manajemen pemasaran.
Pemkot Makassar Pasang Papan Penanda, Tegaskan Status Aset Fasum di Perumnas Sudiang
Senin, 22 Juni 2026 14:14
Kecamatan Panakkukang Siapkan Penataan Eks Terminal Toddopuli, Pedagang Diajak Bermusyawarah
Minggu, 21 Juni 2026 14:16
Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Tak Boleh Ada yang Terlewat
Jumat, 19 Juni 2026 21:27
Pantau Verifikasi SPMB 2026, Wali Kota Munafri Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Titipan dan Calo
Rabu, 17 Juni 2026 22:06
Pemkot Makassar Lantik 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Garda Terdepan Layanan Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2026 21:40
Gempa 6,7 M Guncang Palu Sulawesi Tengah, Tak Berpotensi Tsunami
Selasa, 16 Juni 2026 13:23
Wali Kota Appi Dampingi Menhaj RI Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Makassar
Minggu, 14 Juni 2026 21:18