Michael Stein, Pengacara Penyandang Tuli Amerika Temui Wali Kota Makassar

Senin, 20 Maret 2017 17:48 WITA Reporter :
Michael Stein, Pengacara Penyandang Tuli Amerika Temui Wali Kota Makassar

MAKASSARMETRO– Wali kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto kembali kedatangan tamu istimewa dari Amerika Serikat. Namanya Michael Stein seorang penyandang tunarungu (tuli dan bisu) berkewarganegaraan Amerika Serikat yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Kepada Danny sapaan akrab Wali Kota, Michael menyampaikan maksud kedatangannya guna mengkomunikasikan kepada pemangku kepentingan setempat memperjuangkan persama hak bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

“Saya tidak bisa mendengar tapi bisa berfikir. Awalnya orang tua saya bingung dengan keadaan saya. Untungnya mereka, melihat kemampuan saya akhirnya dan berfikir saya memiliki kesempatan sama, bisa kuliah S1, S2, dan S3,”

“Saya yakin Makassar juga bisa mewujudkan hal itu dan kaum disabilitas lain bisa berkesempatan seperti saya,” ucapnya dengan bahasa isyarat yang langsung diterjemhkan pendampingya.

Danny pun menyatakan komitmennya mewujudkan kesataraan dan persamaan hak bagi penyandang disabilitas yang ada di kota ini.

Bahkan secara langsung mengintruksikan ke Dinas Sosial untuk segera memprogramkan pembentukan pusat bahasa isyarat sebagai jembatan tunarungu bisa komunikasi dengan normal dengan yang lain.

“Pusat bahasa isyarat diharapkan menjadi jembatan tunarungu bersosialisasi dengan masyarakat secara normal. Kami minta bantuan UI atau mungkin Konjen Amerika bisa menyiapkan trainer dan guru guna menyebarkan ilmu bagi siapa saja berminat sebagai juru bicara bahasa isyarat ini,” pungkasnya.

Danny sadar betapa bahsa isyarat ini begitu berharga. Hal ini sejalan juga dengan visi pemerintahan yang diembannya yakni mewujudkan Makassar sebagai kota dunia yang nyaman untuk semua.

“Harus jadi gerakan massif, pada car free day kita beri ruang kaum disabilitas ini bersosialisasi dan memperkenalkan dirinya pada khalayak,” tuturnya.

Bahkan dirinya juga mengancang-ancang segera merumuskan Perda Kota Dunia yakni ketersediaan fasilitas bahasa isyarat untuk setiap pemberitaan bagi penyandang disabilitas.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca