Relawan “Kurma dan Air” Bagikan Ta’jil Bagi Warga Palestina
MAKASSARMETRO– Mungkin kita di Indonesia menikmati berbuka puasa pada bulan Ramadhan ini dengan aneka hidangan yang tersedia serta berkumpul suka cita dengan keluarga ataupun kerabat.
Namun tidak demikian halnya bagi umat muslim yang berada di wilayah konflik, seperti Palestina. Sejak pendudukan pasukan Israel, menyebabkan penderitaan bagi warganya, diperparah dengan menurunnya daya beli masyarakat serta ketersediaan bahan pangan yang kian menurun. Hal tersebutlah yang menggugah sekelompok relawan Palestina meluncurkan kampanye tahunan mereka, “Kurma dan Air”.
Seperti yang dilansir sahabatalqsha.com, Selasa (30/5/2017), relawan tersebut memberikan kurma dan air kepada para pengendara di penjuru Tepi Barat terjajah sepanjang bulan suci Ramadhan. Kampanye tersebut telah diluncurkan sejak tiga tahun lalu dan ditujukan untuk para pengendara yang berada di jalanan ketika tiba waktu iftar (berbuka puasa).
Proses membagikan kurma dan air dimulai tak lama sebelum adzan maghrib, kata Mahmoud Abdulmoneim, salah seorang relawan kepada Quds Press. Sekitar 15 relawan berpartisipasi dalam kampanye tersebut. Mereka memberikan kurma dan air kepada sekitar 300 pengendara. Sejumlah perusahaan lokal Palestina dan para donatur memberikan kurma kepada para relawan secara cuma-cuma.
Mahmoud Abdulmoneim, menambahkan bahwa kampanye itu digagas oleh sekelompok pemuda di kota Sebastia, dekat Nablus terjajah. Para pemuda tersebut ingin menularkan semangat sukarela di Tepi Barat terjajah. Menurut Abdulmoneim, lokasi tersebut dipilih karena itu merupakan daerah pusat di mana ratusan warga Palestina lewat.
Kampanye ini diterima baik oleh masyarakat, bahkan seringkali para pengendara keluar dari mobil mereka untuk turut membantu para relawan membagikan bungkusan iftar, kata Abdulmoneim seperti dikutip dari Quds Press.
Abdulmoneim mengajak warga Palestina agar memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memaksimalkan aktivitas sukarela di kalangan warga Palestina dan menguatkan dukungan, serta solidaritas untuk mengatasi sulitnya kondisi hidup warga Palestina yang menderita di bawah penjajahan ‘Israel’.
Kampanye ini juga menginspirasi para pemuda Palestina untuk memiliki gagasan lebih banyak lagi, seperti secara sukarela membersihkan dan menghiasi Sebastia untuk merayakan bulan Ramadhan, seperti yang dikutip dalam media tersebut.