MAKASSARMETRO– Soal Insentif dari Para Ketua ORW/ORT yang menjadi polemik di kalangan legislatif beberapa hari ini, membuat para ketua RW/RT angkat bicara.

Menurut Suhardi Nojeng Ketua RW 10 di Kelurahan Pa’baeng-baeng Kecamatan Tamalate, sebelum menyatakan diri untuk bertarung pada pemilihan Ketua RW/RT beberapa waktu yang lalu, dirinya bersama para Ketua RW/RT lainnya sudah di suguhkan beberapa indikator Penilaian kinerja sebagai acuan besaran nilai Insentif yang akan di terima.

“Kami menolak apabila kami di sebut di PHP oleh Walikota, Walikota sudah tepat menerapkan sistem indikator untuk menentukan besaran Insentif yang akan di terima oleh masing-masing Ketua RW/RT, masa insentif harus di pukul rata tanpa mekanisme penilaian kinerja, enak dong mereka yang hanya tinggal duduk manis di rumah dan tidak turun melihat langsung kondisi wilayahnya,” ujar Suhardi.
Suhardi menjelasakan, bahwa dirinya maju sebagai Ketua ORW bukan semata-mata karena Insentif, tapi pengabdian kepada masyarakat, saya juga menerapakan ini kepada seluruh Ketua RT saya, ungkapnya.
“Insentif bukan tujuan utama kami, karena insentif itu bukan gaji, tapi pengabdian yang utama. Kalau kita bekerja dengan baik, insya Allah rezeky tidak akan kemana, ungkapnya.
Indikator penilaian kinerja bedasarkan Permendagri No.5 tahun 2007 tentang pedoman penataan kelembagaan pasal 14 dan 15, adapun indikator yang dimaksud yakni RT/RW harus sudah menjalankan : lorong garden (Longgar), Makassarta Tidak Rantasa (MTR), Bank Sampah, Retribusi Sampah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sombere, Smart City, Adminstrasi ORT/ORW, dan control sosial activity.
Kategori Tertinggi EPPD, Appi Beber Kunci Sukses Makassar Raih Kinerja Terbaik dari Kemendagri
Rabu, 29 April 2026 19:19
Kota Makassar Kian Menggeliat, Mal Ratu Indah Dikembangkan Jadi Kawasan Mixed-Use Modern
Rabu, 29 April 2026 19:14
Di Hari Otda 2026, Kota Makassar Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik
Senin, 27 April 2026 21:07
Wali Kota Munafri Gowes Bareng SKPD Tinjau Jumat Bersih di Dua Kecamatan
Jumat, 24 April 2026 20:38
Bongkar Mandiri Lapak di Kawasan SMKN 4 Bontoala, Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak
Kamis, 23 April 2026 19:32
Gebrakan Munafri: Pangkas Perjalanan Dinas Rp60 Miliar, dan Setop Pengadaan Randis Baru
Kamis, 23 April 2026 11:02