Soal Insentif RT RW, Suhardi tidak Merasa di PHP Walikota

Senin, 14 Agustus 2017 19:23 WITA Reporter :
Soal Insentif RT RW, Suhardi tidak Merasa di PHP Walikota

MAKASSARMETRO– Soal Insentif dari Para Ketua ORW/ORT yang menjadi polemik di kalangan legislatif beberapa hari ini, membuat para ketua RW/RT angkat bicara.

Menurut Suhardi Nojeng Ketua RW 10 di Kelurahan Pa’baeng-baeng Kecamatan Tamalate, sebelum menyatakan diri untuk bertarung pada pemilihan Ketua RW/RT beberapa waktu yang lalu, dirinya bersama para Ketua RW/RT lainnya sudah di suguhkan beberapa indikator Penilaian kinerja sebagai acuan besaran nilai Insentif yang akan di terima.

“Kami menolak apabila kami di sebut di PHP oleh Walikota, Walikota sudah tepat menerapkan sistem indikator untuk menentukan besaran Insentif yang akan di terima oleh masing-masing Ketua RW/RT, masa insentif harus di pukul rata tanpa mekanisme penilaian kinerja, enak dong mereka yang hanya tinggal duduk manis di rumah dan tidak turun melihat langsung kondisi wilayahnya,” ujar Suhardi.

Suhardi menjelasakan, bahwa dirinya maju sebagai Ketua ORW bukan semata-mata karena Insentif, tapi pengabdian kepada masyarakat, saya juga menerapakan ini kepada seluruh Ketua RT saya, ungkapnya.

“Insentif bukan tujuan utama kami, karena insentif itu bukan gaji, tapi pengabdian yang utama. Kalau kita bekerja dengan baik, insya Allah rezeky tidak akan kemana, ungkapnya.

Indikator penilaian kinerja bedasarkan Permendagri No.5 tahun 2007 tentang pedoman penataan kelembagaan pasal 14 dan 15, adapun indikator yang dimaksud yakni RT/RW harus sudah menjalankan : lorong garden (Longgar), Makassarta Tidak Rantasa (MTR), Bank Sampah, Retribusi Sampah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sombere, Smart City, Adminstrasi ORT/ORW, dan control sosial activity.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca