Begini Asal Muasal, Tujuan Dan Manfaat Lorong Lambusu’
MAKASSARMETRO– Mengingat INPRES NOMOR 11 TAHUN 2016 yakni GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL. Kota Makassar mengapresiasi hal tersebut dengan menciptakan lorong lambusu’.
Lorong lambusu’ disini didefinisikan sebagai lorong kejujuran yang bermakna bahwa lingkungan sepanjang jalan kecil yang didiami oleh warga tersebut terdapat praktek-praktek nilai-nilai kejujuran Lurus, jujur.
Lorong lambusu’ memiliki konsep Gadde-gadde ATM (Ambil Taklupa Membayar). Akkarena yakni Permainan anak kolaborasi SEMAI (oleh SPAK/KPK ) dan Paccini’ Mabajika atau Papan bicara atau himbauan-himbauan.
Sekretaris Inspektorat, Dahyal Yahya mengatakan
Teraktualisasinya program lorong lambusu’ memiliki (satu) lorong percontohan setiap kecamatan di (dua) Kecamatan yaitu: Rappocini dan Panakkukang.
Dengan tujuan teraktualisasinya program lorong lambusu’ pada satu lorong percontohan setiap kecamatan di 13 (tiga belas) Kecamatan yaitu: Tallo, Ujung Pandang, Ujung Tanah, Bontoala, Mamajang, Mariso, Tamalate,Biringkanaya, Tamalanrea, Wajo Manggala, Makassar dan Kepulauan Sangkarrang.
“Kalau jangak panjangnya sendiri tahun kedua setelah implementasi proyek perubahan, adalah Teraktualisasinya programlorong lambusu’ pada wilayah kota Makassar dan terwujudnya lingkungan yang mengaktualisasikan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakat,” ucapnya usai rapat Koordinasi Program Lorong Lambusu’ bersama stakeholder internal, Kamis (21/9/17).
Sementara, untuk manfaatnya sendiri sebagai bagian dari revolusi mental dengan melibatkan masyarakat dalam mendorong kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Tidak hanya itu, kondisi lingkungan nyaman untuk semua, masyarakat paham akan hak dan kewajiban dan membangun sumber daya manusia yang berintegritas dari lorong sebagai pondasi yang
akan menjadi Kontrol terhadap penyelenggaran pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. (lee).