MAKASSARMETRO– Penjajakan kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan The United Nations Development Programme (UNDP) telah berjalan belakangan ini. Empat unit angkutan anak sekolah yang dikemas dalam program Passikola telah beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Muh Mario Said mengatakan, empat unit angkutan anak sekolah tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba di dua sekolah yakni, SMP Negeri 3 dan SD Ikip Makassar.

Itupun masih dalam bentuk bantuan pihak UNDP dengan merubah brand atau memodifikasi angkutan umum konvensional jenis pete-pete ke angkutan Passikola.
”Untuk rutenya dilihat juga kawasannya, misalnya kawasan ini ada beberapa anak sekolah bertempat tingga. Karena tidak mungkin kita jangkau kalau berjauhan sekali takutnya ada siswa terlambat. Kawasan dekat jadi target sementara uji cobanya,” jelasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemkot Makassar saat ini akan membicarakan kelanjutan pengembangan inovasinya. Lantaran seluruh biaya jasa transportasi hingga operasional dimungkinkan tidak lagi ditanggung oleh pihak UNDP kedepan.
Sebagai bentuk stimulan pengembangan inovasi saat ini, seluruh biaya operasionalnya masih menjadi tanggungan UNDP melalui Yayasan Bakti.
“Ini direncanakan akan dimaksimalkan seperti apa bentuk sharing dan kemampuan anggaran jika ada subsidinya. Kalau kemampuan besar akan ditambah unitnya, nanti kita lihat karena masih masa kajian,” tandas Mario Said.
Direncanakan akan dibentuk UPTD ataukah BLUD sebagai pihak yang nantinya akan mengelolah alat transportasi Passikola.”Karena ada pemikiran kemarin apakah kita bentuk UPTD mengarah ke BLUD,” sambungnya.
Disamping harapan adanya subsidi dari Pemkot Makassar, nantinya biaya transportasi ini juga akan dibebankan kepada orang tua siswa.
Menurut Mario, hasil uji coba belakangan ini telah mendapat respon dari siswa serta orang tuanya. Menyangkut konstribusi orang tua siswa dimungkinkan tidak terlalu membebani.
“Antusias masyarakat terutama siswa dan orang tua mendukung. Sementara di survei bagaimana tanggapannya orang tua siswa, pada prinsipnya orang tua siswa tidak keberatan membayar konstribusi sepanjang tidak memberatkan, ini pemikiran sementara. Karena sudah dijelaskan kedepan tidak mungkin di biaya terus UNDP,” terangnya.
Sementara Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto sebelumnya mengatakan, pengembangan alat transportasi ini ke depan memanfaatkan pete-pete konvensional yang ada saat ini. Kata dia, pete-pete tidak akan terbuang, tetapi digunakan kembali untuk keperluan yang lain.
“Passikola yakni bagaimana pete-pete lama digunakan kembali, dibuat jadi smart pete- pete untuk kebutuhan transportasi khusus bagi anak sekolah,” singkatnya.
Aliyah Mustika Ilham: Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kolaborasi dan Kepedulian Bersama
Kamis, 17 September 2026 21:25
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
Kamis, 17 September 2026 20:55
Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang
Rabu, 16 September 2026 20:53
Siswa TK-SMP di Makassar Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Tanggal 16 September
Selasa, 15 September 2026 21:51
Purbaya Diganti, Suahasil Nazar Jabat Menkeu
Senin, 14 September 2026 16:50
Munafri Suarakan Kepentingan Ojol, Usul Relaksasi di Aturan Ganjil Genap Saat Pengisian di SPBU
Senin, 14 September 2026 16:44
Urai Antrean Panjang, Pengisian BBM di Sulsel Pakai Aturan Pelat Ganjil Genap
Minggu, 13 September 2026 17:30
Munafri Jamu dan Lepas Pemain PSM ke Parepare, Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar
Sabtu, 12 September 2026 18:29