Maksimalkan Integrasi LPJ Dana Non RKUD, BPKAD Makassar Gelar Workshop
MAKASSARMETRO– Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar tidak main-main persoalan laporan pertanggung jawaban dana non rekening kas umum daerah (RKUD), seperti dana kapitasi JKN yang dikelola Puskesmas dan dana BOS yang dikelola oleh sekolah.
Pasalnya, BPKAD Kota Makassar telah mengintegrasikan pintasan serta menu tersendiri bagi pihak sekolah dan Puskesmas di sistem informasi kas daerah Kota Makassar.
Kepala Bidang Akuntansi BPKAD Makassar, M. Fuad Arfandy mengatakan penyusunan laporan pertanggungjawaban non RKUD dengan cara lama seperti pengerjaan melalui Microsoft Excel.
“Migrasi-migrasi data kadang memakan waktu lebih jika masih memakai cara lama, secara manual seperti penggunaan Microsoft Excel. Kini kita berupaya mengefisienkan dan mengefektifkannya dengan mengintegrasikan ke dalam sistem,” ungkap M. Fuad Arifandy, Rabu (4/10/2017).
Selain efektif dan efisien, menurut Fuad, metode ini justru lebih meningkat tingkat validitas serta akurasinya. Sebab sistem sendiri yang akan melakukan proses kalkulasi
Oleh karenanya, BPKAD menggelar workshop bagi para operator bendahara bantu sekolah sebagai bentuk edukasi mengenai cara menginput data ke dalam sistem kas daerah Pemkot Makassar di ruang Sipakatau, Balaikota Makassar.
“Kami menargetkan pada bulan Oktober, semua sekolah telah paham cara menginput data laporan pertanggungjawaban dana BOS ke sistem Pemkot. Cuma karena ada 407 sekolah, jadi kita lakukan bertahap. Belum lagi puskesmas,”
Keuntungan lainnya, lanjut M. Fuad Arifandy, operator bendahara bantu sekolah digiring oleh sistem untuk melakukan pembinaan dengan benar, mulai tata cara dan alurnya.
“Sehingga tidak ada lagi tahapan pembukuan yang dilangkahi ataupun penyusunan pembukuan laporan pertanggungjawaban dana non RKUD yang keliru. Ini memudahkan kita, sebelum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tukas M. Fuad.