Pemkot Makassar Siap Sukseskan Karnaval Sutra Sulsel 2017
MAKASSARMETRO– Pemerintah Kota Makassar siap terlibat dalam menyukseskan Fashion Carnaval Silk of South Sulawesi (FCSSS) 2017. Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari jadi Sulawesi Selatan ke-348.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Andi Muh. Yasir saat memimpin rapat koordinasi sekaligus technical meeting yang membahas kesiapan kontingen Kota Makassar di ruang Sipakalebbi Balaikota Makassar. Senin (9/10/2017).
“Kami harap semua SKPD berpartisipasi untuk menyukseskan kegiatan ini. Hasil kesepakatan kita hari ini akan ditembuskan ke Pak Walikota agar dibuatkan SK (Surat Keputusan),” ungkap A. Muh. Yasir.
Salah satu bentuk partisipasinya yakni, masing-masing SKPD akan mengirim satu perwakilan yang akan menjadi peserta karnaval. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yakni, tinggi dan postur tubuh yang proporsional serta bernampilan menarik.
FCSSS sendiri merupakan karnaval budaya yang akan menampilkan kreatifitas masing-masing kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan dengan mengangkat kain sutra sebagai item kunci yang akan ditonjolkan.
“Berdasarkan hasil technical meeting tingkat provinsi, disepakati masing-masing rombongan karnaval kabupaten dan kota berjumlah 48 orang, di mana tiga orang di antaranya berkostum “bhinneka tunggal Ika” atau kostum Garuda,” papar Kepala Bidang Industri Disdag, Jabbar.
Kostum Garuda itu sendiri, lanjut Jabbar, 40 persennya berbahan dasar sutra dan 60 persen sisanya disesuaikan dengan kreatifitas masing-masing kontingen dalam kegiatan yang mengangkat tema Col413oration tersebut.
“Jadi setiap kreasi harus menggambarkan kekayaan budaya dan potensi pembangunan ekonomi unggulan masing-masing. Demikian pula dengan nilai historis dan budayanya harus melekat dalam hasil kreasinya,” lanjut Jabbar.
Karnaval ini sendiri akan diselenggarakan pada hari Sabtu mendatang (14/10/2017), pukul 2 siang. Rutenya mulai dari Monumen Mandala dan finishi Rumah Jabatan Gubernur yang juga sekaligus panggung utama atau panggung kehormatan.
“Jadi setiap kontingen diberi kesempatan 1 menit untuk menampilkan kreasi gerak dan visual di hadapan panggung kehormatan nanti,” tutup Jabbar.