Kepala Dinkes Makassar Geram Saat Sidak di Apotek, Ini Sebabnya

Selasa, 10 Oktober 2017 22:14 WITA Reporter :
Kepala Dinkes Makassar Geram Saat Sidak di Apotek, Ini Sebabnya

MAKASSARMETRO– Guna mencegah meluasnya peredaran obat-obatan daftar G di masyarakat, khususnya bagi remaja yang marak belakangan ini di Kota Makassar. Dinas Kesehatan Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak di sejumlah apotek di Kota Makassar, Selasa (10/10/2017).

Inspeksi dadakan ini dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin dan melibatkan sejumlah instansi dan organisasi lainnya, seperti Salman dari Ikatan Apoteker Indonesia, Laode Suleman dari Dinas Perizinan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan serta pihak Kepolisian.

Dari hasil sidak, ditemukan sejumlah obat yang telah kadaluarsa, seperti di salah satu apotek di jln. Veteran Utara. Namun, yang paling membuat geram Kepala Dinkes Makassar, Naisyah yakni penyerahan obat tanpa melalui apoteker.

“Bagaimana mungkin orang yang tidak berkompeten secara profesi kefarmasian menyerahkan obat, ini fatal bisa direkomendasikan dicabut izinnya. Itu juga obat kadaluarsa harus dimusnahkan segera,” kata Naisyah Tun Azikin.

Berdasarkan hasil temuan, terdapat pula obat-obat yang telah dibuka dari kemasan aslinya lalu dimasukkan ke plastik tanpa petunjuk penggunaan pemakaian. Badan POM memastikan bahwa obat tersebut merupakan obat rematik dan obat tulang, namun pihaknya tidak.membenarkan jika harus dilepas dari kemasan aslinya.

“Itu ada terbuka dari kemasannya, ini ada apa? Yang bermasalah ini penanggung jawabnya, cabut saja SIPA (Surat Izin) nya,” tegas Naisyah kepada pemilik apotek Ivan Farma.

Sementara itu, Salman dari IAI Makassar mengatakan bahwa bakan obat wajib seperti paracetamol pun harus diserahkan oleh apoteker.

“Jelas itu, yang menyerahkan harus berkompetensi farmasi apoteker. Sebab mereka paham kode obat yang harus diserahkan serta batasannya. Ini masih ada dijual obat yang tidak boleh dijual bebas,” kata Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Makassar tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, telah ditutup sejumlah apotek di Kota Makassar. Sebab memperjualbelikan obat -obat jenis G secara bebas. Serta ditutup pula sejumlah apotek sebab izin operasi yang mati serta ada pula yang tidak memiliki izin.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca