Makassar Menuju Zero Genangan

Jumat, 20 Oktober 2017 21:27 WITA Reporter :
Makassar Menuju Zero Genangan

MAKASSARMETRO– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar bercita-cita menjadikan kota ini terbebas dari genangan air melalui program Zero Genangan. Dibutuhkan bantuan bekapan anggaran pemerintah provinsi ataupun pusat dan juga dari negara pendonor.

Kepala Dinas PU Makassar, M Ansar menyatakan saat ini pihaknya fokus dengan kegiatan pembangunan dan pemeliharaan rutin saluran drainase. Enggan berspekulasi terkait dengan adanya rencana bantuan pembangunan.

Baginya bantuan tersebut adalah harapan pasalnya untuk mewujudkan zero genangan pembangunan infrastruktur harus memadai seperti koneksitas saluran sekunder benar-benar maksimal.

“Saat ini pembanguna dan pemeliharaan bagian dari zero genangan termasuk pengangkutan sedimentasi oleh satgas drainase. Makassar menuju zero genangan air, itu cita-cita. Kalau terwujud harus infratruktur lengkap, misalnya kanal. Kanal inikan belum berfungsi maksimal karena airnya tidak bisa dikontrol,” pungkasnya.

Diketahui dari Rencana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)Dinas PU Makassar menargetkan akan menyelesaikan persoalan genangan kritis di 32 titik.

Di tahun ini sedikitnya ada delapan titik yang akan dirampungkan. Sehingga proyeksi zero genangan mampu diwujudkan di 2019 akan datang.

Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase, Muh Fuad Azisoptimistis mewujudkan zero genangan apalagi berhembus angin segar jika perusahaan JICA akan membantu pembangunan saluran retensi atau aquapon.

Begitupun adanya aksi mediasi ataucounseling yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ke pemerintah pusat dalam rangka penanggulangan genangan melalui pembangunan pintu air dan perbaikan saluran sekunder.

 

“Provinsi sudah menceneling di tingkat kementrian untuk dibuatkan proposal, kalau bisa terbantu ada anggaran kurang lebih Rp260 miliar. Semoga pemerintah pusat akan membangun pintu air sharing dari provinsi,” aku Fuad.

Lanjutnya untuk mewujudkan zero genangan memang tidak mampu dibekap oleh APBD Makassar melalui kegiatan pembangunan dan rehabilitasi saluran, dan pemeliharaan rutin saluran oleh 380 satgas drainase reguler dan 100 satgas khusus.

Dinas PU pun tengah menyiapkan anggaran untuk pembangunan pintu air di saluran sekunder yang muara ke kanal.

“Diatas kertas tentu tidak bisa diharap APBD. Alhamdulillah ADB dan world bank sudah onprogres. ABD sudah melakukanleadership up grading selter project. Dan kota tanpa kumuh kita mulai dari 2014 sampai tahun berjalan ini, salah satu indikator penanganan kawasan kumuh itu perbaikan drainase,” ungkap Fuad.

Dengan demikian dia berharap mimpi inovasi yang digagas oleh bidang mampu diwujudkan di 2019 akan datang. Mengatasi hingga 18 titik genangan kritis.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca