MAKASSARMETRO– Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, dalam rangka memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan melaksanakan Revolusi Mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Nilai-nilai dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental menjadi acuan untuk bersama kita bangun karakter bangsa melalui program-program pemerintah daerah. Pemerintah Kota Makassar melalui 8 Jalan Masa Depan memiliki Visi: Mewujudkan Kota Dunia Untuk Semua, Tata Lorong Bangun Kota Dunia, selama kurang lebih 3 tahun beberapa inovasi yang berbasis lorong sudah dicanangkan bahkan sudah masuk ke dalam program kerja dari Organisasi Perangkat Daerah.

Di Kota Makassar terdapat kurang lebih 7.500 (tujuh ribu lima ratus) lorong yang tersebar di 153 Kelurahan pada 15 kecamatan.
Untuk hal tersebut, maka sebagai salah satu upaya untuk Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki peran untuk membentuk lingkungan yang berintegritas, maka Inspektorat Kota Makassar melakukan program Lorong Lambusu’ ataimu disebut LOLA.
Program ini yang terdiri dari beberapa kegiatan yaitu Gadde-Gadde ATM (Ambil, Taklupa Membayar) atau warung tanpa penunggu atau penjaga dan sistem pembayarannya memasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan.
Tujuan Jangka Pendek dari program tersebut
Teraktualisasinya program lorong lambusu’ pada 1 (satu) lorong percontohan setiap kecamatan di 2 (dua) Kecamatan yaitu: Rappocini dan Panakkukang.
” Sedangkan tujuan Jangka menengah ( 1 tahun ) yaitu teraktualisasinya program lorong lambusu’ pada 1 (satu) lorong percontohan setiap kecamatan di 13 (tiga belas) Kecamatan yaitu Tallo, Ujung Pandang, Ujung Tanah, Bontoala, Mamajang, Mariso, Tamalate, Biringkanaya, Tamalanrea, Wajo Manggala, Makassar dan Kepulauan Sangkarrang,” ucap Zainal, Kepala Inspektorat.
Untuk tujuan Jangka panjang teraktualisasinya program lorong lambusu’ pada wilayah kota Makassar. Terwujudnya lingkungan yang mengaktualisasikan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakat.
Pembuatan tata kelola gadde-gadde juga sebagai tindak lanjut dari rapat kerja tim,maka dibuat tata kelola gadde-gadde ATM seperti pengelola Gadde-Gadde ATM beranggotakan 3 orang yang terdiri dari Unsur Masyarakat, unsur LSM dan unsur Pemerintah
Pengadaan barang untuk dijual melalui Gadde-Gadde ATM merupakan kewenangan sepenuhnya dari pengelola dengan mempertimbangkan jenis dan jumlah barang yang dibutuhkan.
” Pada saat akan menambah persediaan barang, pengelola wajib terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik stok barang dibandingkan dengan catatan stok barang dalam daftar persediaan barang,” ungkapnya. (*).
Lontara Plus Makin Lengkap, Pemkot Integrasikan Dukcapil, PBB Online dan Makassar Move
Senin, 17 Agustus 2026 19:35
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Appi Tekankan Pemerintah Jadi Pelayan Masyarakat
Senin, 17 Agustus 2026 19:32
DLH Makassar Gelar Jelajah Sampah Titik ke-13 Digelar di Biringkanaya
Minggu, 16 Agustus 2026 21:03
Munafri Pastikan Pemkot Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Makassar Bergerak Lewat Donasi
Rabu, 12 Agustus 2026 20:29
Ketua PP Makassar Erwin Hatta Tutup Usia, ARW hingga Danny Pomanto Sampaikan Belasungkawa
Rabu, 12 Agustus 2026 19:35
Pemkot Makassar Tata Ulang Titik Reklame, Target PAD Naik dan Wajah Kota Tetap Estetik
Senin, 10 Agustus 2026 22:03
TDA Makassar Siap Dampingi UMKM Kembangkan Bisnis Pengelolaan Sampah
Senin, 10 Agustus 2026 20:46
Karebosi Disiapkan Jadi Pusat HUT Ke-81 RI, Pemkot Makassar Matangkan Seluruh Persiapan
Minggu, 09 Agustus 2026 08:28