Pemkot Makassar Optimis Hat-Trick Opini WTP

08 Nov 2017 19:49
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– Ganjaran opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut yang diterima Pemerintah Kota Makassar, seolah menjadi cambuk agar terus meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan daerah.

Beragam upaya yang dilakukan Pemkot Makassar melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mempertahankan opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan. Seperti menyiapkan sistem penginputan data keuangan secara online, baik untuk rekening kas umum daerah (RKUD) maupun non RKUD.

Demikian pula dengan pelatihan bagi bendahara atau pengelola keuangan maupun pengelola barang kepada seluruh SKPD, sekolah, dan Puskesmas. Semuanya untuk mendorong penyusunan laporan keuangan yang benar, sistemik, transparan dan akuntabel.

Kepala Bidang Akuntansi BPKAD Makassar, M.  Fuad Arfandy mengatakan, bahwa dirinya optimis Pemkot Makassar bakal meraih opini WTP dari BPK yang ketiga kalinya. Hal tersebut disampaikan saat ditemui awak media di Hotel Singgasana, Rabu (8/11/2017).

“Dalam menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan, kita tetap mengacu pada PP 71 Tahun 2010 yang kemudian kita sesuaikan prinsip akuntansi sesuai kriteria dalam Perwali 2017 tentang sistem akuntansi daerah. Dengan demikian, penyusunan laporan keuangan kita lebih terarah dan lebih meningkat kualitasnya. Jadi harus optimis raih WTP,” ungkap M. Fuad Arfandy.

Mengenai persoalan aset yang sempat menjadi catatan BPK pada laporan keuangan sebelumnya, M. Fuad Arfandy mengatakan bahwa dalam Perwali Nomor 20 2017 telah mengatur arah penyusunan mengenai aset.

“Jadi di Perwali 20 tahun 2017 ini menyempurnakan payung hukum sebelumnya, di mana kita telah membahas secara spesifik mengenai masa berlakunya aset, misalnya aset tak berwujud seperti sisten di perwali ini telah diatur masa berlakunya,”

Demikian pula dengan aset seperti buku-buku di sekolah maupun tanaman oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah dan pemerintah kecamatan, telah diatur pencatatannya. Oleh karenanya dia berharap agar pengelola keuangan dan pengelola barang harus bersinergi.

Berita Terkini