MAKASSARMETRO– Mewakili camat Tamalate H. Hasan Sulaiman, sekcam Fahyuddin Yusuf membuka penyelenggaraan sosialisasi untuk membangun kesadaran dari para pedagang kaki lima (PK5) diaula kantor Kelurahan Jongaya Jalan Daeng Ngeppe Makassar, kamis (07/12/2017).

Dalam sambutannya Fahyuddin mengungkapkan, fenomena meningkatnya perpindahan penduduk dari desa ke kota atau yang lebih dikenal dengan urbanisasi, terjadi karena masing-masing kota mempunyai daya tarik tersendiri bagi para kaum pendatang.

“Urbanisasi merupakan suatu fenomena yang wajar dalam proses pembangunan ekonomi, baik di kota-kota maju maupun sedang berkembang,” jelasnya.
Lebih jauh ia mengatakan, keterbatasan pendidikan dan keterampilan yang dimiliki oleh para pendatang menyebabkan mereka lebih memilih pada jenis kegiatan usaha yang tidak terlalu menuntut pendidikan dan keterampilan yang tinggi.
“Pilihan mereka jatuh pada sektor informal yaitu pedagang kaki lima atau sebagai pedagang asongan,” pungkasnya.
Makassar merupakan salah satu kota yang menjadi sasaran urbanisasi yang berasal dari kabupaten lain dan beberapa daerah lain di Indonesia.
Tingginya minat para migran untuk datang ke kota Makassar, selain karena Makassar merupakan Ibu Kota Sulawesi Selatan, juga dianggap mampu memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat pendatang (migran) khususnya mereka yang berada disektor informal dan salah satunya adalah Pedagang Kaki Lima, imbuhnya.
Fahyuddin juga mengaggap, bahwa Makassar juga merupakan kota kuliner, dengan adanya PKL diharapkan kuliner di Kota Makassar menjadi lebih bervariasi, kreatif, dan menjadi ciri khas bahwa Makassar adalah kota yang memiliki PKL yang memiliki tingkat kreatifitas serta kesadaran yang tinggi, harapnya.
Problem perkotaan yang terkait dengan masalah PKL khususnya berkenaan dengan masalah lokasi aktivitas PKL sudah seharusnya ditangani secara serius, dan mendapat perhatian yang khusus, lanjutnya.
Dimulai dari perencanaan-perencanaan serta peraturan-peraturan pendukungnya semua
dirumuskan sehingga dapat menuntaskan masalah-masalah tersebut, jelasnya.
“Salah satu hal yang mungkin untuk mengatur ketertiban PKL adalah dengan jalan membangun kesadaran Pedagang Kaki Lima (PK5) akan kebersihan, keindahan dan ketertiban,” kat Fahyuddin.
Hadir sebagai Narasumber pada pelaksanaan sosialisasi tersebut, sekretaris Polisi Pamong Praja Kota Makassar M. Ikbal, Danramil 1408-09 Tamalate Mayor Hatta, serta Kabid Pol PP Pagar Alam.
Diakhir sambutannya, Fahyuddin menyimpulkan dengan adanya masalah-masalah yang timbul maka dapat diambil fokus masalah PKL.
Berawal dari Makassar sebagai kota kuliner, harus membangun kesadaran Pedagang Kaki Lima akan kebersihan, keindahan dan ketertiban.
“Dengan ini para pedagang kaki lima pun dapat berjualan dengan
bersih, dan diharapkan keindahan kota Makassar akan terwujud menjadi dua kali tambah baik,” tutupnya.
Dirjen Keuda Kemendagri Minta APBD Makassar Fokus Biayai Program Prioritas
Minggu, 26 Juli 2026 12:38
Jelajah Sampah di Mamajang, DLH Makassar Perkuat Edukasi Pilah Sampah dari Rumah
Minggu, 26 Juli 2026 01:43
Perkuat Layanan di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan Inovasi API BAHARI
Sabtu, 25 Juli 2026 18:53
Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Hanya Menerima Sampah Residu
Selasa, 21 Juli 2026 21:05
Digelar Dispora Makassar, PARAGA 2026 Sukses Jadi Momentum Perluas Olahraga Rekreasi
Senin, 20 Juli 2026 21:10
Aliyah Mustika Ilham Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya
Minggu, 19 Juli 2026 21:28
DLH Makassar Matangkan Sistem TPA Residu Lewat Bimtek Jakstrada
Kamis, 16 Juli 2026 22:36
Pelayanan Makin Humanis, RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT Solusi Penahanan Pasien
Kamis, 16 Juli 2026 22:34