MAKASSARMETRO– Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, merupakan pembangkit tenaga angin pertama di Indonesia yang ditargetkan akan beroperasi pada akhir Februari ini. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan, PLTB yang akan segera diresmikan Presiden Joko Widodo itu merupakan wujud komitmen Indonesia mengurangi emisi karbon.

“Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan suatu langkah yang kita dorong dalam rangka memenuhi perjanjian international (Paris Agreement) yang telah kita ratifikasi, yaitu penurunan emisi karbon hingga 29 persen pada tahun 2030,” ungkap Satya di lokasi proyek PLTB Sidrap, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Kamis (1/2/2018) kemarin.

Ia menuturkan, beroperasinya PLTB adalah langkah yang sangat baik untuk pengembangan EBT sebagai sumber energi utama di masa depan menuju ekonomi rendah karbon. Mengingat, Indonesia memiliki potensi besar EBT, namun belum dimaksimalkan dengan baik.
Politisi F-Golkar ini menambahkan, perlu strategi dan kebijakan yang lebih progresif untuk menggantikan penggunaan energi fosil ke energi yang rendah karbon. Salah satunya dengan memperhatikan externality costsdari bahan bakar fosil.
Menurutnya, kebijakan harga bahan bakar fosil saat ini tidak memperhatikan dampak kerusakan lingkungan sehingga tidak ada perhitungan externality cost. Kedepan, ia akan mendorong faktor externalities itu dimasukkan, sehingga bisa berkompetisi dengan bahan bakar terbarukan.
“Kita selalu mengatakan harga batu bara (fossil fuel) lebih murah, tetapi kita tidak pernah memperhitungkan externality cost. Paling penting externality cost harus ada dalam tatanan kebijakan carbon pricing. Perlu ada komitmen dari pemerintah terkait hal ini, supaya kompetitif,” sambungnya.
Satya menambahkan, pemerintah harus mulai memikirkan ekspansi pengembangan EBT. Tidak hanya tenaga angin, tetapi juga arus laut, matahari dan panas bumi. “Bahkan, tenaga nuklir juga memungkinkan di Indonesia,” imbuh politisi dari dapil Jatim IX itu.
PLTB Sidrap merupakan salah satu megaproyek 35.000 Megawatt (MW) yang digarap oleh investor asal Amerika Serikat, UPC Renewables bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan. Dengan memiliki 30 Wind Turbin Generator (WTG) atau kincir angin, pembangkit tenaga angin yang telah menelan investasi sebesar 150 juta dollar AS tersebut akan menghasilkan listrik sebesar 75 MW. (ann/sf)
Iduladha 2026, Pemkot Makassar Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat dan Cleaning Service
Kamis, 28 Mei 2026 18:14
Maknai Idul Adha, Appi Ajak Warga Makassar Rawat Persatuan dan Semangat Berbagi kepada Sesama
Rabu, 27 Mei 2026 17:49
Pemkot Makassar Pastikan Lahan Clear and Clean Juni, Jembatan Barombong Siap Dibangun
Senin, 25 Mei 2026 21:40
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Pasar Kubis dan Pedagang di Jalan Veteran Lancar, Tanpa Keributan
Senin, 25 Mei 2026 21:27
Di Bawah Kepemimpinan Appi-Aliyah, Makassar Pertahankan Opini WTP atas LKPD 2025
Senin, 25 Mei 2026 20:34
Munafri: Dies Natalis FH Unhas Jadi Momentum Perkuat Ikatan Alumni
Minggu, 24 Mei 2026 22:08
Soroti Begal hingga Narkoba, Andi Suhada Ingatkan Jaga Keselamatan Anak
Rabu, 20 Mei 2026 20:30