Program Magang di Jepang, Kadisnaker Makassar Bocorkan Syaratnya
MAKASSARMETRO– Pemerintah Kota Makassar telah membangun komitmen dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI bersama International Manpower Development Organization Japan terkait program magang.
Oleh karenanya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan mengunjungi Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bambang Satrio Lelono di Jakarta pada Rabu kemarin (14/3/2018).
A. Irwan Bangsawan mengatakan kunjungannya ini sebagai upaya koordinasi sekaligus meminta arahan dalam proses seleksi peserta magang yang akan diterbangkan ke Jepang.
Dia mengaku perlu melakukan upaya ini, pasalnya Kota Makassar baru kembali menerima kesempatan ini setelah 12 tahun masuk ke dalam daftar hitam program magang seperti ini.
“Kemarin saya ketemu Pak Dirjen langsung, untuk berkoordinasi mengenai persyaratan teknisnya ini seleksi magang. Kita ini kan sudah 12 tahun diblacklist, tahun ini alhamdulillaah kita akhirnya kembali dipercayakan,” ungkap A. Irwan Bangsawan. Kamis (15/3/2018).
Diketahui dalam kurun waktu tersebut proses rekrutmennya melalui pemerintah provinsi. Namun kali ini berbeda proses rekrutmen, dan seleksinya ditangani Pemkot Makassar melalui Disnaker.
Adapun persyaratannya, A. Irwan menyebutkan di antaranya mengenai usia, kesehatan, baik fisik maupun mental, kemudian tinggi minimal 160 cm untuk laki-laki dan 150 cm untuk perempuan.
“Yang pasti secara administrasi dia warga kota Makassar yang berusia produktif, ber-KTP Makassar. Kemudian kesehatan dan tinggi badan. Insya Allah Minggu depan kita akan sosialisasi kepada lurah dan Dinas-dinas terkait, supaya syarat-syaratnya bisa dipahami,” urainya.
Lebih lanjut, A. Irwan Bangsawan menjelaskan pihaknya akan melakukan tes kesamaptaan terhadap calon peserta. “Jadi nanti disaring sekitar 150 orang calon peserta, lalu kita latih kemampuan bahasa Jepangnya sebelum dikirim untuk mengikuti seleksi selanjutnya,” katanya.
Program magang ini, kata A. Irwan Bangsawan memiliki sejumlah benefit, diantaranya persoalan gaji dan pengalaman lapangan terhadap budaya etos kerja di Jepang
“Mereka akan belajar budaya kerja di Jepang, gaji di sana bisa sampai Rp. 700 juta dalam lima tahun. Ah ini lagi, persoalan komitmen untuk tidak pulang ke Indonesia selama magang lima tahun turut menjadi perhitungan,” tutupnya.