MAKASSARMETRO– Program magang ke Jepang memasuki tahapan sosialisasi, nampak camat dan lurah se-Kota Makassar memadati Ruang Siapakatau, Balaikota Makassar. Selasa (3/4/2018).

Tidak tanggung-tanggung, Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan International Manpower Development Organization Japan dalam sosialisasi ini.

Kepala Disnaker Makassar, A. Irwan Bangsawan menyampaikan bahwa sosialisasi ini untuk memaparkan syarat yang harus dipenuhi bagi calon peserta magang.
“Kita sampaikan kepada camat, lurah agar disampaikan ke warganya yang berminat mengikuti program pemagangan ke Jepang ini. Sekaligus dipaparkan juga syarat-syaratnya,” kata A. Irwan.
Dia mengatakan warga Kota Makassar harus memanfaatkan betul kesempatan ini. Karena program yang dulunya untuk tingkat provinsi ini, sempat ditangguhkan untuk Sulsel selama 12 tahun lamanya.
“Kita sudah masuk blacklist 12 tahun, ini tahun baru lagi kita diberi kepercayaan jadi harus dimanfaatkan betul, utamanya bagi yang usia produktif di Kota Makassar,” imbuhnya.
Proses rekrutmen akan dilakukan oleh Disnaker Makassar dengan syarat sebagai berikut warga kota Makassar yang berusia produktif yang dibuktikan dengan KTP, sehat jasmani dan rohani, tinggi minimal 160 cm bagi laki-laki dan 150 cm bagi perempuan.
Lebih lanjut, A. Irwan Bangsawan menjelaskan pihaknya akan melakukan tes kesamaptaan terhadap calon peserta. “Jadi nanti disaring sekitar 150 orang calon peserta, lalu kita latih kemampuan bahasa Jepangnya sebelum dikirim untuk mengikuti seleksi selanjutnya,” katanya.
Banyak keuntungan yang diperoleh dari program ini, A. Irwan menyampaikan, ilmu serta pengetahuan dan pengalaman mengenai budaya dan etos kerja di Jepang, selain itu upahnya menggiurkan.
Sementara itu, Kasubdit Pemagangan Luar Negeri Kemenaker RI, Nita Dwi Apriliawati berharap agar warga Makassar yang akan mengikuti program ini dapat berkomitmen dengan persyaratannya.
“Perlu diketahui peserta magang akan berada di Jepang selama 5 tahun. Tentunya harus komitmen tidak boleh pulang dulu ke Indonesia selama itu,” kata Nita Dwi Apriliawati.
Tidak hanya itu, Nita menyampaikan kepada hadirin agar mengingatkan pihak keluarga calon peserta magang diminta tidak mengganggu proses magang. Dia meminta tidak perlu terlalu khawatir sebab ada asuransi.
“Misalnya, minta dikirimi uang. Perlu diketahui, meski digaji mereka bukanlah TKI, melainkan orang yang belajar. Jangan sampai mengganggu aktivitas magang dan kehidupan sehari-hari keluarganya. Biasanya yang gagal juga dipengaruhi hal seperti ini,” ujarnya.
Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Kaji TPP ASN dan Skema Pengupahan PJLP
Kamis, 04 Juni 2026 20:45
Baznas RI Kawal Seleksi Capim Baznas Makassar, Fokus pada Kompetensi dan Integritas
Kamis, 04 Juni 2026 19:42
SK Jangan Disekolahkan, Pesan Wali Kota Saat Lantik 167 PNS Pemkot Makassar
Rabu, 03 Juni 2026 21:55
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juni 2026, Ini Rinciannya
Senin, 01 Juni 2026 23:37
Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
Senin, 01 Juni 2026 20:19
Makassar Half Marathon 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Kebanjiran Rezeki
Minggu, 31 Mei 2026 21:32
Wali Kota Makassar Ikut Finish Bersama Ribuan Runners 10K MHM 2026
Sabtu, 30 Mei 2026 21:24