pelayanan publik

Irwan Adnan Presentasikan Pengelolaan Sampah Makassar di Korea Selatan

Jumat, 10 Agustus 2018 19:19 WITA Reporter :
Irwan Adnan Presentasikan Pengelolaan Sampah Makassar di Korea Selatan

MAKASSARMETRO– Ketua Pengarah Timpro PP Makassar Tidak Rantasa’, Irwan Adnan mempresentasikan kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah di Green Technology Center (GTC) di Myendong, Korea Selatan. Jumat (10/8/2018).

Irwan Adnan yang juga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar, turut memaparkan implementasi pengelolaan sampah di Kota Makassar. Mulai dari sirkulasi penjemputan hingga operasional bank sampah.

Direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN) dan juga Presiden Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Saharuddin turut hadir mendampingi Irwan Adnan.

Kepada makassarmetro.com, Saharuddin menginformasikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Green Technology Center Korea Selatan tentag pengolahan sampah rumah tangga.

“Bukan hanya tentang PLTSA saja, tapi juga menindaklanjuti kerja sama dengan GTC Korea Selatan. Ada beberapa teknologi yang bisa diterapkan di Makassar, khususnya dalam penanganan sampah organik,” ungkap Saharuddin via WhatsApp.

Berdasarkan keterangan Saharuddin, sampah organik di Makassar mencapai sekitar 400 ton perhari sehingga dibutuhkan pengelolaan dan teknologi yang tepatĀ  untuk menangani hal tersebut. Bio drying merupakan teknologi yang dilirik Irwan Adnan.

“Irwan Adnan tertarik dengan manajemen sistem pengelolaan sampah organik menjadi biogas, kompos dan pelet makanan bagi hewan melalui teknology bio drying,” jelasnya.

Dua pekan lalu, pihak GTC Korea Selatan juga telah melakukan survei di Makassar. Saharuddin menyebut mereka mensurvei komposisi sampah dan telah mereka presentasikan kemarin. Pertemuan inipun, kata dia, telah melahirkan beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti bersama.

Terkait PLTSA atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Saharuddin mengatakan, masih menunggu kebijakan dari pusat. Pihak Korea Selatan hanya membantu pendanaan pembuatan feasibility study atau Outline Business Case.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca