Disdik Makassar: Tak Perlu Diragukan Sekolah Adalah Tempat Yang Aman
MAKASSARMETRO– Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kota Makassar kembali melaksanakan kegiatan dialog rutin Walikota yang dikemas dalam coffee break di KopiAlps, Jalan Dr. Ratulangi, rabu (29/8/2018).
Pada dialog kali ini mengusung tema “sekolah masihkah lingkungan yang aman ?”, tema ini menarik ditengah makin maraknya tindak kriminal yang notabenenya pelaku di dominasi usia pelajar.
Makin meningkatnya kasus-kasus kriminal seperti begal, jambret, dan pengedaran Napza yang menyeret tidak sedikit pelajar sebagai palakunya, mengusik pertanyaan mengenai peran sekolah sebagai wadah menempa ilmu dan karakter para pelajar ini.
Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Ahmad Hidayat sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Tidak dapat kita pungkiri banyak pelajar di Makassar yang terlibat dengan kasus krimiminal sepeti begal, jambret, dan lainnya, akan tetapi bukan sepenuhnya ini menjadi tanggung jawab pihak sekolah,” ungkap pria yang akrab disapa Yayat.
“Mereka yang terlibat pada dasarnya kan tidak selamanya menghabiskan waktu di sekolah, paling lama 8-9 jam, selebihnya kan mereka ada di lingkungan keluarga, sahabat, atau di luar. Nah tentu dari sini peran orangtua sangat menentukan,” sambungnya.
Disdik Kota Makassar serta para tenaga pendidik di sekolah-sekolah berharap seyogyanya ada koordinasi yang intens dilakukan antara orangtua si pelajar dengan para pihak sekolah.
Perkebambangan seorang anak memang senatias dipantau dan diikuti dengan baik oleh orangtua dan pihak sekolah secara sinergis.
“Setelah terbitnya permendikbud nomor 75 tahun 2016 yang mengatur pembetukan komite sekolah dimana orangtua pelajar dapat diikutsertakan di dalamnya sehingga tak ada lagi jarak antara pihak sekolah dan orangtua pelajar,” terang Yayat.
Yayat berharap orang tua dapat lebih komunikatif dengan pihak sekolah minimal para orangtua itu menyimpan nomor hp security, karena marak juga kasus pelajar yang pamitan ke orangtuanya untuk ke sekolah tapi setelah di cek tidak pernah sampai ke sekolah.
“Jadi kalau komunikasi antara pihak sekolah dan peran aktif juga dalam membimbinga anak-anaknya maka saya berani menjamin sekolah ada tempat paling aman bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya.