MAKASSARMETRO– Karena rasionalisasi tender, anggaran pembangunan fisik terancam diturunkan. Hal ini dijelaskan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dalam Rapat Paripurna Penjelasan Walikota Makassar sebagai Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 di Ruang Rapat Paripurna, kemarin.

Diketahui, Anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mengalami penurunan sebesar 6,88 persen. Pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2018, anggaran DAK direncanakan berubah menjadi Rp 430, 81 Miliar lebih. Jika dibandingkan dengan target penerimaan dalam APBD Tahun 2018 yang ditetapkan sebesar Rp462, 62 miliar lebih, DAK mengalami penurunan sebesar Rp 31, 81 Miliar lebih atau menurun sebesar 6,88 persen.

“Penurunan pendapatan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) ini disebabkan oleh rasionalisasi sisa tender,” jelasnya.
Ditemui usai Paripurna, Danny mengakui beberapa proyek yang membutuhkan tender tidak bisa jalan karena Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang memegang prinsip kehati-hatian. Banyak diantara proyek yang gagal tender, karena pihak ULP tak mau mengambil resiko.
“Karena kehati-hatian ULP, dengan begitu banyak proyek yang gagal tender. Nah, Ini saya kira karena kehati-hatian. Kita mengalihkan ke proyek-proyek yang cepat dilaksanakan dan langsung dirasakan oleh masyarakat dan menyerap jalan,” jelasnya.
Selain itu, ia mengakui agenda politik tahun ini menyebabkan pembangunan berjalan lambat. Apalagi dirinya harus cuti selama enam bulan karena agenda tersebut. “Lebih dipengaruhi karena adanya agenda politik. Nah pada saat saya sudah mau jalan, waktu semakin sempit. Insya Allah saya yakin bisa minim sekali karena semua saya maksimalkan,” katanya.
Karena itu, pihaknya berencana mengalihkan sejumlah proyek gagal tender, seperti pembangunan jalan, bakal dialihkan ke proyek yang bisa dijalankan. “Beberapa proyek yang tidak bisa dilaksanakan kemudian kita lebur menjadi proyek-proyek yang bisa dilaksanakan,” tambahnya.
Ia pun optimis bisa menyelesaikan sejumlah sisa proyek hingga akhir tahun. Ia bahkan berencana mengosongkan Silpa untuk mengefektifkan pembangunan. “Bisa diselesaikan. Kayanya Silpa ini bisa kosong, supaya lebih efektif.
Sementara Koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali mengatakan penetapan DAK ditentukan oleh pemerintah pusat berdasarkan kondisi moneter. “Sekarang lagi susah, pasti ikut di DAK, dollar juga naik. Pasti anggaran ikut turun. Ini persoalan ekonomi makro, yang berdampak ke Mikro,” katanya.
Terkait realisasi anggaran yang rendah, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini mengakui jika serapan SKPD masih rendah. Apalagi, kasus yang menimpa mantan Kepala BPKA awal tahun ini menyebabkan penyerapan anggaran melambat.
“Ada beberapa alasan lah, termasuk karena persoalan hukum. Anda pahamlah ada kasus hukum yang kemarin. Semua bisa dilaksanakanlah,” pungkasnya
Kunjungi Dapil, ARW Pastikan Program Sambungan Listrik Gratis Tepat Sasaran
Senin, 20 April 2026 18:31
Munafri–Aliyah Hadirkan Lampu Tenaga Surya di Kepulauan Makassar, Kapal Menyusul
Senin, 20 April 2026 10:02
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
Sabtu, 18 April 2026 21:07
Berdiri di Atas Fasum Selama 30 Tahun, 40 PKL Bercat Kuning di Jalan Tinumbu Akhirnya Legawa
Sabtu, 18 April 2026 21:00
Kemenbud RI Percayakan Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026
Kamis, 16 April 2026 20:35
Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023
Kamis, 16 April 2026 20:32
Melinda Aksa Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Tangani Darurat Sampah di Makassar
Selasa, 14 April 2026 23:38
Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar
Selasa, 14 April 2026 20:35