BPKAD Makassar Gelar Workshop Akuntansi Keuangan Berbasis Akrual
MAKASSARMETRO– Pemerintah Kota Makassar telah mencanangkan reformasi dibidang akuntansi, salah satunya keharusan penerapan akuntansi berbasis akrual pada setiap instansi pemerintahan.
Hal tersebut merupakan penerapan dari peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintahan serta Permendagri No. 64 tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah.
Dengan dasar ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota makassar kembali menggelar workshop di Hotel Best Western, Makassar, Rabu (12/9/2018).
M. Fuad Affandy selaku Kabid Akuntansi BPKAD mengatakan, perubahan basis akuntansi dari basis kas menjadi basis akrual membawa dampak terhadap tahapan pencatatan dan jenis laporan keuangan yang dihasilkan.
“Sudah semestinya kita melaksanakan laporan keuangan dengan basis akrual yang artinya pada saat transaksi pencatatan detik itu di laksanakan tidak boleh ada kata nanti belakangan baru di catatki,” ungkp M. Fuad.
Peningkatan lebih baik dalam mekanisme pelaporan keuangan berbasis akrual ini sangat dirasakan oleh BPKAD Kota Makassar selama 4 tahun penerapannya.
Terbukti saat pertama kali basis akrual ini digunakan Kota Makassar langsung mendapatakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Prestasi inilah menjadi motivasi BPKAD untuk lebih mensosialisasikan kepada segenap SKPD se-Kota Makassar agar dapat dipahami dengan seksama sehingga prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Saya sangat berharap para peserta betul-betul serius dalam menerima informasi pada workshop akuntasnsi keuangan berbasis akrual ini, kita semua tentu tidak ingin ada instansi pemerintahan yang bermasalah dari pelaporan keungannya,” pungkas M Fuad.
“Prestasi yang telah kita raih harus dipertahankan karena hal itu lebih sulit bahkan kalau bisa kita tingkatkan, meminjam slogan Walikota Makassar, jangan biarkan Makassar Mundur lagi,” sambungnya.
Pada workshop kali ini, peserta yang hadir kurang lebih sebanyak 40 orang yang berasal dari berbagai SKPD se-Kota Makassar.