Akun WhatsApp Dibajak, Legislator Makassar Abdi Asmara: Jangan Dilayani
MAKASSARMETRO– Di era perkembangan teknologi saat ini, ada saja cara yang dilakukan oleh segelintir orang untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk melakukan sebuah tindakan kejahatan. Salah satu bentuk kejahatan yang marak terjadi adalah penipuan berbasis sosial media.
Sudah banyak orang yang menjadi korban penipuan jenis ini, terbaru adalah seperti yang dialami oleh seorang anggota DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara. Ia mengungkapkan bahwa akun sosial media Whatsapp-nya dibajak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan menggunakannya untuk melakukan penipuan.
“Iya benar (pembajakan Whatsapp), masyarakat umum perlu mengetahui bahwa dengan alat-alat yang canggih itu, berbagai cara digunakan untuk menipu,” ungkap Abdi saat dikonfirmasi via telepon, Senin (19/10/2018).
Abdi pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sosial media. Sebab banyak modus yang akan digunakan untuk bisa melakukan kejahatan tersebut.
“Jadi memang perlu ada kesadaran dari masyarakat terkait beberapa cara penipuan sekarang. Kalau ada hal seperti itu, harus dikonfirmasi kepada yang bersangkutan agar bisa dipercaya,” lanjutnya.
Sebelumnya, akun Whatsapp Abdi yang telah dibajak tersebut telah digunakan untuk mencoba melancarkan aksi penipuan terhadap Direktur Utama (Dirut) RS Daya, Ardin Sani. Beruntungnya aksi tersebut gagal setelah Ardin merasa curiga dan mengonfirmasi langsung kepada Abdi.
“Saat itu saya di chatting lewat WA, pakai profil pak Abdi. Setelah saya balas langsung bilang kalau dia lagi butuh dana,” kata Ardin.
Hal tersebut pun membuat Ardin merasa curiga sebab Ia merasa bahwa selama ini Abdi tidak pernah meminta bantuan seperti itu apalagi persoalan dana, Ia pun memutuskan untuk menguhubungi Abdi secara langsung dan akhirnya mengetahui bahwa akun WA Abdi di bajak.
“Saya curiga karena mau langsung kirim nomor rekening, apalagi pas bilang yang dibutuhkan 2 juta. Jadi saya telfon pak Abdi dan akhirnya saya tau kalau WAnya dibajak,” lanjut Ardin.
Usai mengetahui hal tersebut, Ardin pun berkordinasi dengan dengan beberapa OPD dan juga rekan-rekannya untuk bisa mengantisipasi jika kembali terjadi hal demikian agar tidak ditanggapi.
“Pak Abdi bilang saya bukan yang pertama, jadi dia minta tolong untuk diberitahukan kepada OPD yang lain bahwa WA saya di hack dan kalau ada minta-minta begitu, itu penipuan jangan dilayani,” pungkasnya.