MAKASSARMETRO– Hujan disertai angin kencang mulai melanda kota Makassar. Kondisi ini meningkatkan potensi pohon tumbang. Untuk itu, masyarakat diimbau waspada saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Makassar Bahar Cambolong mengatakan sepanjang tahun ini, sudah ada 91 kasus pohon tumbang di sejumlah ruas jalan utama di Makassar. Sementara pada 2017, tercatat ada 204 kasus pohon tumbang.

“Kami berharap sampai Desember tahun ini kasus pohon tumbang sedikit. Karena ada beberapa titik yang banyak pohon besar lapuknya itu sudah kami tebang atau pangkas,” katanya.
Pemangkasan pohon telah dilakukan sejak tahun lalu. Tujuannya mengurangi potensi terjadinya pohon tumbang. Sehingga tidak membahayakan warga yang sedang melalukan aktifitas di luar rumah.
“Kami harapkan tidak ada lagi pohon tumbang di Makassar. Kalaupun ada, paling satu atau dua. Apalagi sampai memakan korban, kita antisipasi itu,” tambahnya.
Ia menyebut, masih ada empat wilayah yang memiliki pohon kayu tua. Masing-masing di Jalan Monginsidi, Jalan Cendrawasih, Jalan Bandang, dan Jalan Perintis. Mayoritas pohonnya jenis trembesi, mahoni, dan angasana.
“Jangan parkir kendaraan di bawah pohon ketika hujan. Sementara kami terus turunkan tim melakukan pemangkasan pohon yang kami anggap membahayakan dan rawan,”tukasnya. (Momo)
Pansus Hak Angket DPRD Gowa Tegaskan Kasus Bupati Husniah Bukan Ranah Privasi
Kamis, 25 Juni 2026 15:42
Wali Kota Makassar Promosikan Stadion Untia ke 28 Negara, Bidik Investasi Sport Tourism
Rabu, 24 Juni 2026 19:52
Kepsek Resmi Dilantik, Wali Kota Makassar Akan Tambah Insentif dan Transportasi untuk Guru Pulau
Selasa, 23 Juni 2026 19:27
Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tegaskan Larang Praktik Titip-Menitip
Selasa, 23 Juni 2026 19:24
Pemkot Makassar Pasang Papan Penanda, Tegaskan Status Aset Fasum di Perumnas Sudiang
Senin, 22 Juni 2026 14:14
Kecamatan Panakkukang Siapkan Penataan Eks Terminal Toddopuli, Pedagang Diajak Bermusyawarah
Minggu, 21 Juni 2026 14:16
Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Tak Boleh Ada yang Terlewat
Jumat, 19 Juni 2026 21:27