somberena parlementa

Meski Defisit, KNPI Makassar Minta BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Layanan

Sabtu, 19 Januari 2019 16:05 WITA Reporter :
Meski Defisit, KNPI Makassar Minta BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Layanan

MAKASSARMETRO– Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar menegaskan kesehatan adalah hak dasar manusia dan warga negara. Oleh karena itu, negara wajib melindungi dan menjamin kesehatan rakyat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar, dr. Antariksa saat menjadi narasumber pada diskusi publik yang digelar di pelataran Sekretariat KNPI Makassar, Sabtu (19/1/2019).

Lebih lanjut, dr. Antariksa menambahkan, negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diminta serius menjaga kualitas pelayanan meskipun mengalami defisit.

” Standar pelayanan kesehatan sekarang itu berrgantung dana, bukan lagi tergantung kompetensi diakibatkan oleh defisit di lembaga BPJS,” kata Antariksa.

“Selama 4 tahun mengindikasikan bahwa BPJS niscaya harus melakukan penghematan agar defisit tidak semakin membesar yang tentu berefek pada kualitas pelayanan kesehatan,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, bahwa BPJS Kesehatan tengah dilanda sakit. Dia berharap agar BPJS Kesehatan butuh perhatian khusus dari negara dan dari stakeholder terkait.

Sementara itu, GM BPJS Kesehatan Sulselbartramal, I Made Puja Yasa mengatakan defisit yang dialami BPJS Kesehatan karena premi peserta masih di bawah target.

“Defisit yang terjadi akibat premi peserta masih di bawah target dari yang ditetapkan dan meningkatnya penyakit katastropik seiring dengan meningkatnya peserta BPJS kesehatan di indonesia sekitar kurang lebih 200 juta masyarakat,” kata I Made Yasa.

Salah satu solusinya yakni meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di setiap daerah agar dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC).

“Saya menghimbau agar kita semua harus terdaftar dalam kepesertaan BPJS karena itu sangatlah penting,” ujarnya.

Sedangkan narasumber lain, Pakar Kesehatan dan penggagas Sulsel Sehat, Prof. Abdul Razak Thaha menyatakan, sebagai aset bangsa BPJS memang perlu diperhatikan dan di jaga.

Menurutnya, apa yang dialami BPJS Kesehatan penyelesaiannya sangat sederhana, yakni mengembalikan fungsi Puskesmas, pemerataan distribusi peserta BPJS.

“Begitu juga dengan pemberian kredit murah bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk mendirikan klinik. Peningkatan alokasi anggaran kesehatan pada APBN di atas 5%,” kata Prof. Abdul Razak.

Dan yang tidak kalah penting, ujar Prof Razak, yakni perlunya warga untuk memahami dan menerapkan perilaku hidup sehat.

Dialog publik yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan ini diakhiri dengan penanda tanganan kerjasama antara KNPI kota Makassar dan BPJS yang disaksikan oleh Prof. Abdul Razak thaha.

Topik berita Terkait:
  1. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca