somberena parlementa

LinkAja Resmi Diluncurkan, Aplikasi Uang Elektronik Milik PT Finarya

Senin, 01 Juli 2019 11:10 WITA Reporter : Helmy
LinkAja Resmi Diluncurkan, Aplikasi Uang Elektronik Milik PT Finarya

JAKARTA – Penekanan QR code oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menkominfo Rudiantara, serta Menteri Perhubungan Budi Kara Sumadi menandai peluncuran layanan keuangan berbasis aplikasi LinkAja, Ahad (30/6/2019) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

LinkAja merupakan uang elektronik berbasis server yang merupakan produk dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang dirilis pada Maret 2019, namun seremoni peluncurannya sempat beberapa kali tertunda.

Awalnya peluncuran direncanakan 13 April bergeser 21 April, berubah 5 Mei kemudian 22 Mei, 23 Juni dan akhirnya diluncurkan 30 Juni 2019.

Finarya merupakan anak usaha yang dibentuk dari sinergi antara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT Danareksa (Persero).

CEO LinkAja, Danu Wicaksana mengatakan layanan ini telah digunakan di lebih dari 150.000 merchant, pembayaran lebih dari 400 tagihan dan produk digital, belanja online di lebih dari 20 e-commerce, pembayaran pada berbagai moda transportasi publik seperti Bluebird, Railink, dan Damri, serta puluhan partner donasi digital.

Bahkan dapat digunakan untuk transaksi belanja di merchant di Singapura.

Nantinya, transaksi LinkAja juga akan diperluas ke Hongkong dan Malaysia di mana banyak pekerja migran asal Indonesia yang ingin mengirimkan uangnya ke keluarganya di Tanah Air.

“Ini upaya penyesuaian strategi yang dijalankan dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat, sehingga masyarakat mau berpindah menggunakan layanan uang elektronik dalam bertransaksi sehari-hari,” kata Danu Wicaksana.

LinkAja diharapkan dapat mempermudah proses pembayaran karena akan terhubung dengan sistem perbankan BUMN. Dengan demikian, mereka yang tidak memiliki rekening Bank BUMN bisa top-up saldo, sementara bagi yang sudah punya bisa langsung tersambung dengan kartu debit.

“Harapan utama kami adalah LinkAja dapat menjadi agen pembangunan nasional dan membantu visi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan lndonesia menjadi 75 persen di akhir tahun ini,” pungkasnya.

Topik berita Terkait:
  1. Aplikasi LinkAja
  2. LinkAja
Berikan Komentar
Komentar Pembaca