
BALI– Wilayah Samudera Hindia Selatan BaIi-Nusa Tenggara diguncang gempabumi tektonik berkekuatan 6,0 SR, Selasa (16/7/2019) Pukul 07.18 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan 6,0 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8.
Gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya di jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali dengan kedalaman 104 km.
Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi ini dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).
Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan warga Badung V MMI, Nusa Dua lV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara ||| MMl,jember, lumajang IIIII MMI.
Dampak kerusakan akibat gempa bumi masih dikumpulkan.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi PBG
Jumat, 25 September 2026 15:41
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Kamis, 24 September 2026 19:03
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00
Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar
Minggu, 20 September 2026 20:43
Aliyah Mustika Ilham Ajak Lulusan Poltekpar Makassar Jadi Talenta Unggul Industri Pariwisata
Sabtu, 19 September 2026 23:01