Indonesia Negara Cincin Api, Bagaimana Menghadapinya?

23 Jul 2019 21:36
Author: Redaksi MakassarMetro

MAKASSARMETRO – Indonesia berada dalam Ring of Fire atau Cincin Api. Maka, Indonesia termasuk negara yang paling rawan bencana.

Presiden Joko Widodo mengingatkan, harus ada upaya antisipasi terhadap kerawanan bencana. Langkah yang perlu diambil dengan edukasi besar-besaran kepada masyarakat di seluruh Tanah Air.

Presiden Jokowi mengadakan rapat kordinasi dengan lembaga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membahas mitigasi bencana, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

“Kita tahu semuanya kita berada di dalam Ring of Fire, di dalam kawasan cincin api. Kita tahu semuanya kita memiliki gunung-gunung berapi yang aktif. Banjir, longsor juga selalu setiap tahun ada. Inilah fungsi-fungsi yang harus kita perankan agar masyarakat tahu, masyarakat memahami,” kata Jokowi dikutip kominfo.go.id.

Jokowi meyakini risiko-risiko yang kita miliki ini bisa diminimalkan, bisa dikurangi apabila ada peringatan-peringatan dini terhadap daerah-daerah yang rawan bencana, terhadap lingkungan-lingkungan yang rawan bencana.

Diakui Jokowi, sekarang kalau ada gempa, misalnya 5,5 skala richter atau di atasnya diikuti peringatan potensi tsunami, yang dulu-dulunya belum pernah.

“Kalau ada tsunami, diterangkan. Ada yang terangkan di TV, biasanya Bu Ketua langsung beserta jajarannya. Kita melihat itu jelas penjelasannya, gamblang penjelasannya. Ini yang diperlukan sehingga masyarakat juga tidak resah dan khawatir. Kalau kira-kira potensi tsunami yang sudah enggak ada, sudah setop, juga disampaikan,” kata Jokowi.

Mitigasi Bencana

Dalam rapat kordinasi dengan BMKG, Jokowi menekankan perlunya dilakukan edukasi secara besar-besaran kepada masyarakat bahwa daerah kita memang rawan bencana.

Edukasi ini harus dilakasanakan intensif, baik itu pada anak-anak kita di SD, SMP, SMA, di perguruan tinggi sampaikan juga apa adanya.

“Seperti kemarin ada agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya, memang ada potensi kok. Bukan meresahkan, tapi sampaikan kemudian tindakan apa yang harus kita lakukan, step-stepnya seperti apa,” terang Jokowi.

Ia menunjuk contoh di Jepang yang semua bisa lihat kalau ada gempa, sirine tidak berbunyi ya tenang-tenang saja, makan-minum tetap makan-minum. Tapi begitu sirine bunyi, maka larinya arahnya ke mana sudah jelas semuanya dan rute jalur evakuasi jelas semuanya.

“Ini nanti juga yang harus dikerjakan oleh BNPB dan BMKG, sehingga menjadi jelas semuanya. Dan, daerah dan pemerintah pusat, kita kerjakan bersama-sama. Sehingga setiap kejadian atau akan ada sebuah potensi kejadian, antisipasinya jelas, step-step tindakannya juga jelas, bukan bingung setelah ada kejadian,” tutur Jokowi.

Meskipun sudah banyak melakukan inovasi-inovasi, Jokowi juga mengingatkan, ke depan memang harus banyak hal yang harus diperbarui di BMKG peralatannya. Tetapi juga kalau sudah beli, sudah dipasang, ia meminta agar dilihat, dikontrol, dan dicek terus.

“Jangan sampai baru dipasang 2 hari barangnya hilang. Baru pasang seminggu udah enggak ada barangnya,” tegas Jokowi.

BMKGCincin ApiIndonesiaMitigasi BencanaRing of Fire

Berita Terkini