somberena parlementa

Penjelasan Peneliti Soal Kerja Multitasking Bikin IQ Menurun

Senin, 02 September 2019 09:21 WITA Reporter : Widya
Penjelasan Peneliti Soal Kerja Multitasking Bikin IQ Menurun (Ilustrasi: Hallosehat.com)

MAKASSARMETRO – Professor neurosains Earl Miller dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memberi peringatan terhadap kerja multitasking.

Dalam penjelasannya, sebagaimana dikutip Liputan6.com, kerja bolak-balik ke satu tugas dan ke tugas lainnya justru menguras tengaa mental.

Kerja multitasking juga justru membuat pekerjaan tidak selesai dengan cepat. Justru pekerjaan akan lebih lama selesain dan kemungkinan kesalahan akan lebih banyak.

Dalam eksperimen penelitian, mengirim badut naik sepeda roda satu di jalanan. Hasilnya, mereka yang sedang main gadget justru tidak menyadari badutnya.

Hal tersebut membuktikan, multitasking berjalan sambil memakai smartphone saja bisa mengurangi kemampuan kognitif seseorang dalam memperhatikan sesuatu.

Itu baru contoh kecilnya, bayangkan apa yang terjadi bila seseorang yang bekerja multitasking pada suatu hal yang lebih kompleks.

Dilansir dari Entrepreneur, ini 3 dampak lain dari kerja multitasking.

Pekerjaan Makin Lama Beres

Menurut John Medina, ahli biologi molekular dan penulis Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School, pekerjaan seseorang bisa 50 persen lebih lama jika bekerja sambil berganti-ganti tugas.

Sebuah survei dari Microsoft juga menunjukan perlu rata-rata 15 menit bagi pegawai bagi pegawai untuk dapat kembali ke sebuah tugas kompleks bila mereka berhenti untuk mengecek email dan pesan singkat.

Studi dari Universitas Utah juga menyebut pengemudi akan makin lama bisa tiba ke tujuan jika mereka menyetir sambil berbicara di telepon.

Kesalahan Akan Lebih Banyak

Studi dari Institut National de la Santé et de la Recherche Médicale menemukan bahwa partisipan membuat tiga kali kesalahan dan menjadi sering lupa jika mengerjakan beberapa hal sekaligus.

Ahli biologi molekular John Medina juga menyatakan orang yang multitasking akan membuat 50 persen lebih banyak kesalahan.

IQ Jadi Turun dan Perhatian Berkurang

Multitasking juga tak berdampak ke pekerjaan saja, tetapi juga berdampak ke apa yang terjadi di dalam otak kita. Peneliti Universitas Sussex melihat hasil MRI dari orang-orang yang fokus pada perangkat berbeda, seperti menonton TV sambil mengirim SMS. Hasilnya, densitas grey matter di otak mereka berkurang.

Itu berarti kontrol kognitif orang tersebut berkurang, dan kemampuan perhatian mereka jadi lebih buruk.

Psikolog juga menyebut mereka yang melakukan multitasking mengalami penurunan IQ serupa dengan orang yang begadang semalaman. Pengurangan IQ karena hal tersebut bisa sampai 15 poin.

Topik berita Terkait:
  1. IQ
  2. Multitasking
Berikan Komentar
Komentar Pembaca