somberena parlementa

Produksi Minyak Saudi Aramco Turun, Pengaruhi Harga Minyak Naik 10 USD

Selasa, 17 September 2019 10:24 WITA Reporter : Helmy
Produksi Minyak Saudi Aramco Turun, Pengaruhi Harga Minyak Naik 10 USD

MAKASSARMETRO – Harga minyak mentah dunia mencapai harga 60 roller AS per barel, atau naik sebesar 10 dolar. Hal ini disebabkan produksi minyak Saudi Aramco turun 50 persen.

Turunnya produksi minyak sebesar 5,7 juta barel per hari akibat serangan 10 pesawat nirawak atau drone di dua kilang minyak Saudi Aramco pada Sabtu lalu (14/9/2019).

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi turunnya produksi minyak dunia akan berdampak ke seluruh dunia. Karena Saudi Aramco menyuplai minyak ke banyak negara.

“Pasti (berdampak) kalau 50 persen (produksi) terhenti, kita harus tunggu kejelasan seberapa cepat mereka pulih,” kata Sri Mulyani Indrawati.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai kebakaran akibat serangan drone di kilang Saudi Aramco akan mempengaruhi harga minyak untuk beberapa waktu.

Jika harga minyak melonjak di atas 70 dolar AS per barel selama satu bulan ke depan, kata Fabby, pemerintah Indonesia harus bersiap menghadapi kondisi ini.

“Saya kira pemerintah perlu mempertimbangkan mengizinkan kenaikan harga minyak. Dalam kondisi sekarang, pengadaan minyak untuk dua sampai tiga bulan kedepan akan lebih mahal,” ucap Fabby seperti dikutip dari Republika.

Sementara itu, Reformer Institue, Komaidi Notonegoro, menyebut bisa daja dalam jangka pendek fenomena ini akan direspon dengan menaikkan harga minyak mentah, utamanya bagi negara yang disuplai Arab Saudi.

Dia menyebut, sebagian besar impor LPG Indonesia dari Saudi Aramco. Sementara kondisi masyarakat Indonesia sangat membutuhkan dengan LPG.

“Yang perlu dicermati adalah terkait impor LPG kita. Sebagian besar impor LPG Indonesia dari Aramco. Saya kira perlu mencari alternatif sumber pasokan lain. Jangan terlalu tergantung pada satu sumber,” terangnya.

Topik berita Terkait:
  1. Ekonomi
  2. Harga Minyak
Berikan Komentar
Komentar Pembaca