
MAKASSARMETRO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bekerjasama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar (Basarnas) menggelar Pelatihan Dasar SAR Relawan Pemuda Penanggulangan Bencana bagi staf BPBD dan potensi SAR.

Kepala Pelaksana BPBD, dr Muhammad Rusly mengungkapkan, indeks risiko bencana menempatkan Kota Makassar dengan kategori risiko tinggi terhadap bencana.
“Kita tidak tahu kapan dan di mana bencana itu akan datang mengancam kita semua. Personil BPBD dan potensi SAR dituntut untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana”, ungkapnya saat upacara pelepasan peserta di halaman Kantor BPBD, Kamis (21/11/2019).
Untuk itu, menurutnya pentingnya dimiliki pemahaman dan kompetensi personil dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana (PB).
“Salah satu tugas dan fungsi BPBD jika terjadi bencana adalah melakukan evakuasi dan penyelematan”, katanya.
Lanjut dia, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman personel PB dalam pola koordinasi dan komunikasi dalam kegiatan penanganan keadaan darurat bencana.
Sementara itu, Nurhidayat Sukardin mengatakan kegiatan yang berlangsung selama 14 hari hingga tanggal 4 Desember tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri dari staf BPBD dan Potensi SAR.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personil BPBD dan Potensi SAR dalam melakukan evakuasi dan penyelamatan jika terjadi bencana,” kata Nurhidayat selaku ketua panitia penyelenggara.
Dia menjelaskan, selama 14 hari peserta akan mengikuti materi terkait evakuasi dan penyelamatan yang mengacu ke kurikulum Basarnas dalam pelaksanaan latihan dasar SAR.
“Peserta akan mengikuti materi ruangan di Growth Centre Kopertis Wilayah IX Makassar, pembinaan jasmani dan pelatihan alam bebas di gunung dan pantai”, ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mustari, mengungkapkan kegiatan evakuasi dan penyelamatan adalah tugas kemanusiaan yang mengikat tim untuk bekerja di lapangan dengan penuh kepedulian dan keikhlasan.
“Kita semua adalah bagian yang peduli kemanusiaan. Jika terjadi bencana maka kita akan terpanggil untuk membantu”, ungkapnya.
Basarnas Makassar dan BPBD adalah satu bagian yang tak terpisahkan. Saat terjadi bencana, Basarnas dan BPBD akan saling sinergi untuk membantu. Basarnas bertugas dalam hal kegawatdaruratan dan BPBD bekerja hingga masa pemulihan pasca bencana.
“Kita sama-sama pekerja di lapangan. Karenanya kita harus terus menjalin silaturahmi dan sinergi saat menjalankan tugas”, tegas Mustari saat ditemui di Growth Centre Kopertis Wilayah IX Makassar.
Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Hanya Menerima Sampah Residu
Selasa, 21 Juli 2026 21:05
Digelar Dispora Makassar, PARAGA 2026 Sukses Jadi Momentum Perluas Olahraga Rekreasi
Senin, 20 Juli 2026 21:10
Aliyah Mustika Ilham Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya
Minggu, 19 Juli 2026 21:28
DLH Makassar Matangkan Sistem TPA Residu Lewat Bimtek Jakstrada
Kamis, 16 Juli 2026 22:36
Pelayanan Makin Humanis, RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT Solusi Penahanan Pasien
Kamis, 16 Juli 2026 22:34
Pulihkan Fungsi Ruang Publik, Satpol PP Tata Eks Stadion Mattoanging
Kamis, 16 Juli 2026 17:29
Wajah Baru TPA Tamangapa, Penimbunan Tanah Urug Hilangkan Bau dan Siap Terima Sampah Residu
Rabu, 15 Juli 2026 21:28
Darije Kalezic Pulang ke Makassar, Tegaskan Cinta untuk PSM dan Suporternya
Rabu, 15 Juli 2026 13:18