somberena parlementa

Ciputra Menghabiskan Masa Sekolah di Gorontalo dan Manado, Meninggal di Singapura

Rabu, 27 November 2019 10:22 WITA Reporter : Makassarmetro
Ciputra Menghabiskan Masa Sekolah di Gorontalo dan Manado, Meninggal di Singapura Ciputra

JAKARTA – Pendiri Ciputra Group, Ciputra, meninggal dunia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura pada, Rabu (27/11/2019) pukul 01.05 waktu Singapura. Ciputra yang akran disapa Pak Ci, berpulang dalam usia 88 tahun.

Humas Universitas Ciputra, Erlita Tania, membenarkan kabar meninggalnya Ciputra. Dr Ir Ciputra yang lahir pada 24 Agustus 1931 sebelumnya dirawat di ruang pneumonia atau ruangan untuk merawat pasien penyakit infeksi paru-paru.

Siapa Ciputra? Mengutip wikipedia, Ciputra yang memiliki nama lahir Tjie Tjin Hoan, menghabiskan masa kecil di Parigi, Sulawesi Tengah. Pada usia 6 tahun, Ciputra dibawa kembali ke Gorontalo oleh ibunya.

Orang tua Ciputra berasal dari Bumbulan, sebuah desa kecil di Kecamatan Paguat, yang sekarang telah masuk pada wilayah administratif Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Di Bumbulan, Ciputra dititipkan kepada tante dan kakeknya agar bisa disekolahkan di sekolah dasar Belanda di Gorontalo.

Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Bapaknya Tjie Siem Poe ditangkap oleh pasukan Jepang, karena dituduh sebagai mata-mata Belanda dan akhirnya meninggal di dalam tahanan Jepang di Manado.

Ketika remaja ia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama dan SMA Frater Don Bosco di Manado. Setamatnya dari SMA, ia meninggalkan desanya menuju Jawa. Ia kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Ia juga bergabung dengan Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Pada tingkat empat, ia bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur pada tahun 1960, ia pindah ke Jakarta.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.

Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Budi Brasali dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup.

Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Saat usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.

Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar kewirausahaan di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju.

Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Ciputra
  2. manadao
  3. meninggal
  4. Singapura
Berikan Komentar
Komentar Pembaca