Donald Trump Berencana Kirim Ventilator ke Indonesia
MAKASSARMETRO — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengisyaratkan akan memberi bantuan kepada Indonesia untuk menangani pasien Covid-19.
Dalam cuitannya di akun pribadinya, @realdonaldtrump, menulis bahwa dirinya telah berbincang dengan Presiden Joko Widodo. Dia menyebut, Amerika Serikat memberikan ventilator untuk menghargai persahabatan dengan Indonesia.
“Baru saja berbicara dengan seorang teman, Presiden RI Joko Widodo. Ia meminta ventilator yang tentu akan kami berikan. Kerja sama hebat antara kami,” tulis Trump di akun Twitternya, Jumat (24/4/2020), pada pukul 10.12 waktu setempat.
Kasus positif di Indonesia menembus angka lebih dari 8.000. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah, Achmad Yurianto menyebut data hingga 24 April 2020 ada 8.211 kasus positif virus corona di Indonesia.
Dari jumlah itu sebanyak 689 orang meninggal dunia dan 1.002 orang dinyatakan telah sembuh. Selain itu, dipaparkan pula ada 197.951 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 18.301 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait COVID-19 di Indonesia.
Rencana Donald Trump ini menuai dukungan anggota kongres. Salah satunya politisi dari partai Republik, Deanna Lorraine. Melalui akun twitternya, @DeAnna4Congress, tegas Deanne mendukung rencana Donald Trump.
“Amerika adalah pahlawan dunia sekali lagi. Sangat menyenangkan berada di posisi yang kuat sekali lagi. Di bawah Obama, tidak ada yang bisa mengandalkan kami untuk memimpin,” cuit
Tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. Bagaimana tidak AS mencatat ada 888.002 kasus positif, sudah ada 89.153 orang dinyatakan sembuh dan 50.319 yang meninggal dunia.
“Saya tidak peduli jika Anda mengirim ventilator ke Mars, yang paling terkenal adalah tanpa kemanusiaan. Anda tidak altruistik. Di Amerika: 50.000 MATI. Kurang dari 5% yang telah jalani test. Pengangguran 20%, 27.000.000 telah mengajukan keterangan nganggur dalam tiga minggu dan Anda menyuruh orang minum pemutih,” cuit uskup Talbert Swan, @TalbertSwan,membalas cuitan Donald Trump.