Kumpulkan 1.000 Orang, Peneliti Ini Uji Kekuatan Doa Atasi Corona

Rabu, 06 Mei 2020 10:44 WITA Reporter : Makassarmetro
Kumpulkan 1.000 Orang, Peneliti Ini Uji Kekuatan Doa Atasi Corona

MAKASSARMETRO — Seorang dokter spesialis jantung di Kansas, Amerika Serikat City Heart Rhythm Institute, Dhanunjaya Lakkireddy. Kumpulkan 1000 orang pasien penderita Corona, untuk melakukan uji klinis terkait studi kekuatan doa sembuhkan Corona.

Pasien yang menjalani studi ini merupakan pasien dengan gejala parah dan memerlukan perawatan intensif. Uji kilinis tersebut, akan menganalisis peran doa terhadap perkembangan kesembuhan penyakit.

Lakkireddy melalui studi tersebut, ia ingin mengetahui apakah doa mampu menjadi obat kesembuhan terhadap penderita Covid-19.

“Studi ini menyelidiki peran doa terhadap hasil klinis pasien Covid-19,” deskripsi penelitian yang diberikan kepada National Institutes of Health, dikutip dari NPR.

Pasien dibedakan menjadi dua kelompok pertama 500 pasien yang dipilih secara acak diberi pilihan doa universal dari lima agama yakni Kristen, Hindu, Islam, Yahudi, dan Buddha sesuai kepercayaannya, sedangkan sisanya merupakan pasien kontrol.

Lakkireddy bahkan membentuk komite pengarah profesional medis untuk mengawasi penelitian ini, agar sesuai dengan standar penelitian ilmiah.

Melansir dari sumber berita laman National Public Radio pada Rabu (06/05/2020) studi baru saja dimulai pada Jumat, 1 Mei lalu rencananya bakal berlangsung selama empat bulan ke depan.

“Kita semua percaya pada ilmu pengetahuan, dan kita juga percaya pada iman. Jika ada kekuatan supranatural, yang banyak dari kita percaya, akankah kekuatan doa dan intervensi Ilahi mengubah hasil dengan cara yang terpadu? Itulah pertanyaan (penelitian) kami,” kata Lakkireddy.

Pada awal penelitian ini, Lakkireddy belum dapat memberikan penjelasan logis mengenai kekuatan doa pada pasien corona. Tak sedikit rekan-rekannya bahkan memberikan pandangan sini terhadap penelitian ini, termasuk istrinya.

“Bahkan dari istri saya. Dia skeptis. Dia, seperti, ‘OK, apa yang kamu lihat?” ucap Lakkireddy.

Namun, hal itu tak memupuskan niatan Lakkireddy menjalankan studi ini. Lakkireddy yang lahir dari keluarga beragama Hindu percaya bahwa kekuatan doa dapat memberikan hasil pada kesembuhan pasien corona.

“Sebuah keajaiban bisa terjadi. Selalu ada harapan, kan? … Saya pikir jika kita percaya pada keajaiban Tuhan dan kebaikan universal dari agama apa pun, maka kita harus menggabungkan tangan dan kekuatan masing-masing agama ini bersama-sama untuk menyelamatkan umat manusia dari pandemi ini,” ucap Lakkireddy.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca