Dana Haji Digunakan Untuk Penguatan Rupiah Dibantah BPKH

Rabu, 03 Juni 2020 19:22 WITA Reporter : Rul
Dana Haji Digunakan Untuk Penguatan Rupiah Dibantah BPKH

MAKASSARMETRO – Informasi yang beredar di masyarakat ihwal dana haji sebesar US$600 juta dipakai untuk memperkuat Rupiah di tengah pandemi virus corona ramai diperbincangkan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Kementerian Agama, Anggito Abimanyu membantah kabar itu.

Saat ini BPKH tengah mengelola dana haji sebesar Rp135 triliun dalam bentuk Rupiah dan valuta asing per Mei 2020. Dana tersebut, kata dia, dikelola secara profesional lewat instrumen syariah yang aman.

“Seluruh dana kelolaan jemaah haji senilai lebih dari Rp135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid,” kata Anggito dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2020)

Berita terkait penggunaan dana haji diperkuat karena ibadah haji batal digelar, Anggito menjelaskan hal itu memberikan kesan ada kaitannya. Dia mengucapkan hal tersebut dalam acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia pada 26 Mei 2020 lalu.

Kala itu, Anggito menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan informasi tentang perkembangan terkini mengenai Dana Haji di depan Gubernur dan Deputi Gubernur BI. Di antaranya Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta Asing serta rencana Cashless Living Cost Haji dan Umrah.

“Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala Badan Pelaksana (BP) Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI,” dikutip dari keterangan BPKH.

Sebelumnya ibadah haji 2020 sendiri dibatalkan Kementerian Agama lantaran pandemi virus corona (Covid-19) global tak kunjung mereda. Pembatalan resmi diumumkan Menteri Agama Fachrul Razi.

“Berdasarkan kenyataan itu pemerintah memutuskan tak memberangkatkan haji pada 1441 hijriah,” kata Fachrul di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (2/6).

Jemaah yang gagal berangkat tahun ini bakal mendapat antrian tahun depan. Jemaah yang memutuskan untuk tidak menunggu hingga tahun depan juga bisa meminta uang kembali.

“Setoran pelunasan BPIH itu juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan, kalau dia membutuhkan, silakan. Bisa diatur, kami akan dukung itu dengan sebaik-baiknya,” kata Fachrul

Ramainya perbincangan penggunaan dana haji untuk penguatan rupiah bahkan menjadi trending topik di jejaring media sosial Twitter dengan tagar #BalikinDanaHaji.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca