Setoran Pertamina ke Negara Naik 13 Persen di Tahun 2019

Sabtu, 20 Juni 2020 08:34 WITA Reporter : Rul
Setoran  Pertamina ke Negara  Naik 13 Persen di Tahun 2019

MAKASSARMETRO – Setoran kontribusi tahun 2019 PT Pertamina (Persero) ke negara naik sebesar 13 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi acuan PT Pertamina untuk berkomitmen agar menghasilkan kontribusi yang lebih besar lagi bagi negara.

Hal itu diungkapkan VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usma melalui rilis resmi yang diterima pada Jumat (19/06).

Dia mengatakan setoran pajak dan dividen merupakan kontribusi pembayaran pajak 2019 dan dividen dari grup Pertamina hasil laba 2018 yang dibayarkan 2019. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp128,6 triliun berupa pajak dan Rp8 triliun berupa dividen.

“Kami terus berkomitmen meningkatkan kontribusi pada negara untuk memperkuat APBN, disamping kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program CSR dan kemitraan,” pungkas.

Fajriyah memaparkan, PT Pertamina (Persero) menyetor kontribusi kepada negara Rp181,5 triliun sepanjang 2019. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan angka tersebut berasal dari setoran pajak dan dividen senilai Rp136,6 triliun serta kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan hulu migas dan geothermal yang mencapai Rp43,7 triliun.

“Serta Signature Bonus sebesar Rp1,2 triliun seiring perolehan wilayah kerja baru di anak perusahaan hulu migas Pertamina. Sehingga total kontribusi Pertamina ke negara sepanjang 2019 mencapai Rp181,5 triliun,” jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina menyatakan meraup laba bersih US$2,53 miliar pada 2019 atau setara Rp35,42 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat). Jika dibandingkan dengan posisi 2018 lalu, torehan laba itu stagnan.

Fajriyah mengungkapkan pendapatan perusahaan pada 2019 hanya US$54,58 miliar. Angkanya turun dari 2018 lalu yang mencapai US$57,93 miliar.

Ia mengakui perekonomian sepanjang 2019 tertekan sejalan dengan apa yang terjadi di global. Kendati begitu, harga ICP dinilai masih cukup tinggi yaitu US$62 per barel dengan nilai tukar rupiah yang menguat di kisaran Rp14.146 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Dengan kondisi tersebut, total pendapatan usaha Pertamina 2019 tercatat sebesar US$54,58 miliar dengan aset US$67,08 miliar,” kata Fajriyah.

Dengan pencapaian ini, perusahaan menebar dividen sebesar Rp8,5 triliun. Jumlah dividen itu naik 7 persen dari setoran sebelumnya yang sebesar Rp7,95 triliun.

Lebih lanjut Fajriyah mengungkapkan Pertamina mempertahankan produksi migas sepanjang 2019 lalu dengan melakukan pengeboran terhadap 322 sumur, 14 sumur eksplorasi, dan melakukan 751 workover, dan 13.683 well services.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca