
MAKASSARMETRO – Kembalinya memulih perekonomian Amerika Serikat di sektor manufaktur dan tenaga kerja. Hal itu, membuat dolar menguat, sehingga berdampak baik pula terhadap nilai rupiah yang mengalami kenaikan.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menganalisis kenaikan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS. Kendati demikian hal ini kemungkinan tak berlangsung lama.
“Rupiah berpotensi tertekan hari ini di kisaran Rp14.650 sampai Rp14.850 per dolar AS,” kata Ariston Tjendra mengutip dari laman CNN Indonesia, Selasa (08/09).
Selain itu, ada sentimen dari kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan hubungan AS-China. Sebab, AS berencana ingin memblokir perdagangan perusahaan semi konduktor terbesar di China, SMIC.
Diketahui nilai tukar rupiah berada di level Rp14.720 per dolar AS pada Selasa (8/9) pagi. Posisi ini menguat 20 poin atau 0,14 persen dari Rp14.740 pada Senin (7/9).
Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama baht Thailand dan peso Filipina menguat masing-masing 0,01 persen. Sedangkan dolar Hong Kong dan won Korea Selatan stagnan.
Sisanya, berada di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, dolar Singapura minus 0,12 persen, yuan China minus 0,05 persen, dan yen Jepang minus 0,02 persen.
Sementara mata uang utama negara maju kompak berada di zona merah. Hanya dolar Australia yang stagnan.
Franc Swiss melemah 0,2 persen, poundsterling Inggris minus 0,2 persen, euro Eropa minus 0,14 persen, dolar Kanada minus 0,09 persen, dan rubel Rusia minus 0,09 persen.
Kategori Tertinggi EPPD, Appi Beber Kunci Sukses Makassar Raih Kinerja Terbaik dari Kemendagri
Rabu, 29 April 2026 19:19
Kota Makassar Kian Menggeliat, Mal Ratu Indah Dikembangkan Jadi Kawasan Mixed-Use Modern
Rabu, 29 April 2026 19:14
Di Hari Otda 2026, Kota Makassar Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik
Senin, 27 April 2026 21:07
Wali Kota Munafri Gowes Bareng SKPD Tinjau Jumat Bersih di Dua Kecamatan
Jumat, 24 April 2026 20:38
Bongkar Mandiri Lapak di Kawasan SMKN 4 Bontoala, Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak
Kamis, 23 April 2026 19:32
Gebrakan Munafri: Pangkas Perjalanan Dinas Rp60 Miliar, dan Setop Pengadaan Randis Baru
Kamis, 23 April 2026 11:02