Aliansi Bersatu Gelar Aksi “Bersatu untuk Perdamaian” di Depan Gereja Katedral

Senin, 05 April 2021 09:10 WITAReporter : Nurul Rahmatun Ummah
Aliansi Bersatu Gelar Aksi “Bersatu untuk Perdamaian” di Depan Gereja Katedral

MAKASSARMETRO – Aliansi Bersatu yang terdiri atas beberapa lembaga, individu, dan, beberapa organisasi masyarakat sipil, kepemudaan, perempuan serta keagamaan, di Sulawesi Selatan, menggelar aksi solidaritas bertajuk “Bersatu untuk Perdamaian”.

Aksi tersebut dilaksanakan, di Monumen Mandala dan di depan Gereja Katedral, Minggu (4/4/2021).

Therry Alghifary selaku koordinator mengatakan, agenda tersebut adalah bentuk solidaritas atas bom bunuh diri yang tejadi di depan Gereja Katedral, Minggu (28/3/2021) dan penyerangan Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).

“Kami Aliansi Bersatu menegaskan, bahwa tidak ada agama mana pun yang mengajarkan kekerasan dan menghancurkan kemanusiaan,” kata Therry Alghifary.

Peserta yang hadir pada aksi solidaritas didepan Gereja Katedral turut mengamankan ibadah Paskah. Selain itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama lintas iman oleh masing-masing perwakilan.

Adapun pernyataan sikap yang dibacakan oleh peserta aksi solidaritas.

  1. Bahwa fanatisme, radikalisme dan intoleransi yang disebabkan oleh paham keagamaan yang sempit, paham ektrimisme kekerasan, dan kepentingan politik telah menyasar dan merasuki generasi muda yang menjadi potensi terjerumus dalam terorisme dan menjadi teroris.
  2. Bahwa aksi teroris ini membangun pemahaman keliru dan stigma kepada perempuan berhijab dan bercadar yang juga berpotensi mendapatkan perlakukan kekerasan dan diskriminasi dari masyarakat lainnya sebagai tindakan reaktif merespon dan meyikapi peristiwa-peristiwa terorisme.

Sebagai bentuk empati, Aksi Bersatu menyampaikan pernyataan sikap atas aksi bom bunuh diri, sebagai pelajaran penting bagi seluruh anak bangsa:

  1. Mengecam keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kekerasan atas nama apapun apalagi dengan bunuh diri adalah tindakan yang tidak beradab dan jauh dari nilai dan ajaran agama;
  2. Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tindakan yang telah menimbulkan ketakutan, kekacauan, mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, serta merusak sendi-sendi persatuan bangsa Indonesia;
  3. Menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam pada para korban tak berdosa. Teriring doa semoga semua korban cepat pulih dan segala bentuk kerugian yang ditimbulkan dapat teratasi;
  4. Mendukung pemerintah dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk melindungi dan memenuhi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan
  5. Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerja secara profesional dalam memelihara rasa aman masyarakat, menginvestigasi dan mengusut tuntas secara objektif, komperhensif, terukur dan transparan, motif pelaku hingga jaringan dan aktor di balik tindakan kekerasan tersebut;
  6. Mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang akan mengembangkan berbagai prasangka, serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan;
  7. Mendorong seluruh pemuda-pemudi untuk lebih pro-aktif untuk mencegah berkembangnya ideologi yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  8. Mengajak kepada semua pihak untuk terus memperkuat saling pengertian, menghormati, memercayai, menerima perbedaan, dan semangat kebersamaan antar semua golongan/kelompok di negeri ini, demi keutuhan dan persatuan Indonesia;
  9. Mengimbau media massa dan pengguna media sosial untuk menyampaikan pemberitaan atau komentar yang meneduhkan dan menenteramkan. (*)
Berikan Komentar
Komentar Pembaca