Dispora Makassar Bareng MilenialFest Gelar Festival Generasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:12 WITA Reporter : Makassarmetro
Dispora Makassar Bareng MilenialFest Gelar Festival Generasi Dispora Kota Makassar bersama MilenialFest menggelar Festival Generasi Makassar di Mahoni Hall Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (13/08/2022)/Ist

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar bersama MilenialFest menggelar Festival Generasi Makassar. Bertempat di Mahoni Hall Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (13/08/2022).

Sekitar 400 pemuda yang termasuk para peserta Duta Pemuda Makassar 2022 yang turut hadir dalam kegiatan ini. Juga komunitas pemuda.

12 narasumber pilihan dari berbagai bidang dihadirkan. Mereka memberikan jawaban tantangan lintas generasi di masa depan yang semakin memberikan ruang untuk terus produktif dan tumbuh.

Narasumber yang turut hadir dalam Festival Generasi Makassar 2022, yakni Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara RI bidang Komunikasi dan Media Faldo Maldini, Direktur Utama Perumda Air Minum Indira Mulyasari, dan CMO MilenialFest Okky Irmanita yang membahas tentang Future Talent.

Dilanjutkan dengan Sulsel’s Creative Scene yang dibawakan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kreatifitas dan Inovasi Milenial, Alia Laksono, Excecutive Produser Film Uang Panai, Sunarti Sain, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem.

Sesi ketiga tentang Future Leaders oleh narasumber Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar Andi Patiware Djemma, Koordinator PPI Dunia Faruq Ibnu Haqi, dan Ketua HMI Cabang Makassar Timur Faris Zainal Islami.

Dilanjutkan dengan sesi terakhir membahas Future Economics oleh CEO dan Founder SKENA Iksan Bangsawan dan District Head Go-Jek Sulawesi, Adwin Pratama Anas.

Peserta disuguhkan obrolan topik menarik. Di mana terbagi dalam empat sesi, talkshow, inspiring speech, serta sharing session.

Co-Founder Milenial Fest Danial Iskandar Yusuf menuturkan generasi milenial saat ini hampir mencapai setengah penduduk Indonesia. Sehingga, diperlukan dorongan untuk bisa membangun dampak lebih baik untuk masyarakat.

“Adopsi digital kita (generasi milenial) lebih masif dibanding dengan generasi yang lain, dengan memanfaatkan tools yang kita punya, gadget dan alat teknologi lainnya kita bisa memberikan dampak yang lebih baik untuk lingkungan sekitar kita,” tuturnya.

Terlebih, pada generasi milenial ini akses jejaring komunikasi, kesehatan dan pendidikan sudah mudah terjangkau dengan baik. Sehingga, bagi Danial, perubahan besar dapat dilakukan dengan maksimal jika mau untuk terus produktif dan mengembangkan potensi diri.

Asisten II Pemkot Makassar, Rusmayani Madjid menuturkan generasi saat ini banyak diuntungkan dengan berbagai fasilitas yang telah tersedia bisa dimanfaatkan. Itu untuk mendorong optimalisasi digital agar tak tertinggal.

“Bahkan bisa juga membuat kolaborasi antar wilayah yang satu dengan lainnya,” tuturnya.

Namun, fakta di lapangan, sambungnya, masih ada gap antara anak muda Makassar dengan yang ada di Jawa. Ia pun memberi semangat pada peserta yang sebagian besar adalah anak muda Sulsel. Agar tak mau kalah untuk menggali potensi diri dan memajukan sumber daya manusia yang dimiliki.

Persaingan global menuntut lintas generasi. Itu untuk terus berupaya mengejar berbagai indikator kemajuan sebuah negara.

Diungkapkan Komisaris Independen BSI M Arief Rosyid Hasan berdasarkan banyak riset, Indonesia saat ini ditempatkan sebagai negara yang akan memimpin ekonomi global.

“Indonesia memiliki 87 persen penduduk Muslim. 12,5 persen penduduk muslim dunia ada di negara kita. Artinya penduduk dunia beragama Islam di dunia ini ada di Indonesia,” katanya.

“Kekuatan ini yang harus kita bawa. Kita nggak berpikir sangat dikotomis atau isu SARA. kita melihat, bahwa ekonomi Indonesia juga mampu bertumbuh dengan banyaknya penduduk yang Indonesia miliki,” jelasnya.

Hal ini akan segera diwujudkan dengan rencana BSI ekspansi ke negara Timur Tengah yang lain.

Ketua Forum Kemanusiaan Makassar dr Udin Shaputra Malik membagikan pengalamannya menjadi relawan dalam berbagai bencana alam yang terjadi. Serta mengkoordinir para relawan lainnya untuk bergerak bersama.

Sedangkan Prof drg Muhammad Ruslin turut serta memberikan inspiring speechnya. Itu tentang membangun masa depan dengan tekun, produktif, dan selalu berinovasi. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca