MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Upaya pelestarian sejarah kembali diperkuat ketika Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar menyambangi Lembaga Adat Saoraja Bone di Jalan Manurungnge No. 58, Sabtu (15/11).

Agendanya untuk menelusuri nilai sejarah makam para Raja dan tokoh Kerajaan Bone yang berada di wilayah Kota Makassar.

Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari koordinasi resmi yang dilakukan sehari sebelumnya bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone sebagai langkah pengumpulan data untuk penyusunan Buku Makam Tokoh Kerajaan yang ada di Kota Makassar.
Rombongan dipimpin Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Budaya, H.A.M. Natsir Halid, S.H., didampingi Kepala Subbagian Kepegawaian, Suwaeda Andi Wawo, S.A.P., serta staf bidang terkait.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua Lembaga Adat Saoraja Bone, Andi Baso Hamid La Pabenteng, cucu Raja Bone ke-33 La Pabbenteng Petta Lawa Matinroe ri Matuju, dalam suasana penuh penghormatan adat.
Dalam pertemuan tersebut, H.A.M. Natsir Halid menegaskan pentingnya menggali informasi sejarah langsung dari Lembaga Adat sebagai bentuk verifikasi data.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk mendapatkan masukan, pandangan adat, serta penjelasan silsilah terkait tokoh-tokoh Kerajaan Bone yang dimakamkan di Kota Makassar. Informasi dari Lembaga Adat sangat penting, karena memuat data lisan dan ingatan sejarah yang tidak semuanya tercatat dalam dokumen. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga akurasi penyusunan buku makam tokoh kerajaan,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus pertukaran referensi sejarah, Dinas Kebudayaan Makassar menyerahkan buku “Sejarah Tokoh Penamaan Jalan Kota Makassar” yang diterima langsung oleh Ketua Lembaga Adat.
Andi Baso Hamid La Pabenteng menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Kebudayaan Makassar yang menelusuri hubungan sejarah kedua daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan Makassar yang datang langsung untuk menelusuri sejarah tokoh-tokoh Kerajaan Bone. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap nilai budaya dan warisan leluhur. Kami siap memberikan dukungan dan informasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Kunjungan ini memperkuat kolaborasi pelestarian sejarah antara Makassar dan Bone, sekaligus memperkaya dokumentasi sejarah dua wilayah yang memiliki hubungan historis kuat sejak masa kerajaan. (*)
Satu Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulu Saraung Ditemukan Meninggal
Minggu, 18 Januari 2026 20:00
Emosional, Film Penerbangan Terakhir Disambut Positif di Makassar
Jumat, 16 Januari 2026 22:17
Komisi B DPRD Optimis Target PAD Makassar Rp2,4 Triliun Tercapai
Rabu, 14 Januari 2026 21:01
Wali Kota Makassar Geram, Pegawai Kedapatan Santai dan Merokok Saat Jam Kerja
Selasa, 13 Januari 2026 21:27
Family Gathering Dishub, Wali Kota Makassar Serukan Pelayanan Publik dan Penataan Lalu Lintas
Sabtu, 10 Januari 2026 16:55
Kopi, Area Bermain Anak, hingga Loket Disabilitas Jadi Wajah Baru Dukcapil Makassar
Rabu, 07 Januari 2026 10:35
Dulu Menyeberang ke Daratan, Kini Dukcapil Hadir di Pulau-Pulau Makassar Layani Warga
Selasa, 06 Januari 2026 17:11
Tender Dibuka, Stadion Untia Resmi Masuk Tahap Konstruksi Tahun Ini
Senin, 05 Januari 2026 13:19