Tim Verifikasi KLP Kemenpora RI, Tinjau Sejumlah Titik Di Makassar

Sabtu, 21 Oktober 2017 18:53 WITA Reporter :
Tim Verifikasi KLP Kemenpora RI, Tinjau Sejumlah Titik Di Makassar

MAKASSARMETRO– Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mendampingi Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Sejumlah titik di kota Makassar menjadi lokasi verifikasi

“Mendampingi tim verifikasi dari Kemenpora dan mengarahkan ke sejumlah tempat yang merupakan pusat kegiatan kepemudaan seperti Karebosi, Anjungan Pantai Losari dan ke sekretariat KNPI di jalan Pettarani dan Salah satu Binaan Kewirausahaan binaan (Ikiku) dispora di Antang” ungkap Achmad Hendra Hakamuddin, Sabtu (21/10/2017).

Keempat lokasi tersebut, kata Achmad Hendra, merupakan representasi lokasi kegiatan kepemudaan di Makassar. Karebosi sebagai sarana yang dikuasai Pemkot Makassar yang sering menjadi lokasi kegiatan kepemudaan maupun olahraga.

“Pemuda dapat menggunakan Karebosi secara gratis untuk kegiatan kepemudaannya. Kemudian Anjungan Pantai Losari yang merupakan saksi kegiatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2016 dan juga pernah menjadi lokasi panggung internasional F8, yang menampilkan kreatifitas pemuda Makassar,” ujar Achmad Hendra.

Kemudian sekretariat KNPI yang dinilai oleh Achmad Hendra Hakamuddin sebagai ruang bagi organisasi-organisasi kepemudaan yang berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar.

Sementara itu, Muhaimin yang merupakan tim verifikasi lapangan dalam rangka seleksi Kota Layak Pemuda mengatakan bahwa pihaknya turun langsung untuk melihat kebenaran berkas yang telah diverifikasi di pusat.

“Yang paling kuat yakni mengenai regulasi, melalui perda dan perwali yang terkait dengan pemberdayaan pemuda. Disusul besaran penganggaran terhadap kegiatan kepemudaan serta sarana dan prasarananya” ungkap Muhaimin.

Berdasarkan keterangan Muhaimin dari 500 Kabupaten dan Kota, hanya sekitar 10 persen yang Dispora yang berdiri secara mandiri. Untuk Kota Makassar Dispora telah berdiri secara mandiri, dan penganggarannya cukup signifikan. Meskipun anggarannya lebih kecil dari pada yang lain.

“Sebab berkonsekuensi pada kegiatan kepemudaan, penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda. Dengan demikian pengaruh destruktif kepada pemuda dapat semakin kecil,” lanjutnya.

“Yang paling pokok, melalui pemilihan Kota Layak Pemuda i ni mendorong pemerintah daerah dalam pengembangan dan pembinaan pemuda,” kata Muhaimin.

Diketahui, akan ada 20 gelar yang diperebutkan dalam tiga kategori dan tingkatan gelar. Yang pertama, kota layak pemuda (KLP) Utama untuk 10 kota, KLP Madya 5 kota dan KLP Pratama sebanyak 5 kota.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca